SISTEM SIRKULASI
Anatomi fisiologi (2012:290) darah adalah cairan di dalam pembuluh darah yang mempunyai fungsi transportasi oksigen,karbohidrat dan metabolit, mengatur keseimbangan asam dan basa, mengatur suhu tubuh dengan cara konduksi (konduksi (hantaran), membawa panas tubuh dari pusat produksi panas (hepar dan otot) untuk didistribusikan ke seluruh tubuh, pengaturan hormon dengan membawa dan menghantarkan dari kelenjar ke sasaran.
Sistem peredaran darah terdiri dari aliran
oksigen darah dari jantung ke tubuh dan kemudian aliran darah terdeoksigenasi
dari semua bagian tubuh ke jantung.
Fungsi utama sistem peredaran darah pada
manusia adalah untuk mengedarkan darah yang mengandung oksigen dan sari-sari
makanan ke jaringan serta membawa residu berupa karbon dioksida ke paru-paru
untuk dibuang ke luar tubuh. Hemoglobin mengikat sekitar 98,5% oksigen di dalam
darah. Sisanya diikat oleh cairan darah lain.
Fungsi lain dari sistem peredaran darah adalah
untuk menjaga suhu tubuh, mengembalikan sisa metabolisme (seperti karbon
dioksida) ke sistem ekskresi, serta mendistribusikan hormon dan sari-sari
makanan ke dalam sel.
1. Jantung
Jantung terletak di rongga dada antara tulang dada dan
tulang belakang. Posisi jantung agak sedikit ke kiri di tengah
dada, sehingga kita bisa merasakan
denyutannya dengan cara meletakkan tangan di dada
agak ke kiri.Jantung
mempunyai dua
mekanisme pompa yang terpisah yang dibagi menjadi bagian kanan
dan kiri, serta
memiliki empat rongga, satu rongga atas dan satu rongga bawah di
setiap
bagiannya.
- Rongga atas (atrium) menerima darah yang kembali ke jantung kemudian mengalurkannya ke rongga bawah.
- Rongga bawah (ventrikel), adalah rongga yang bertugas untuk memompa darah ke luar dari jantung.
Kedua bagian jantung dipisahkan oleh sebuah sekat pemisah
yang disebut septum untuk mencegah darah bercampur dari kedua sisi
jantung.
2. Darah (alat
transportasi utama)
- Darah merupakan alat transportasi utama dalam sistem sirkulasi. Darah berfungsi sebagai:
- mengangkut oksigen dan karbondioksida ke dan dari jaringan-jaringan dan paru-paru.
- mengangkut bahan lainnya ke seluruh tubuh yaitu molekul-molekul makanan (seperti gula, asam amino) limbah metabolisme (seperti urea), ion-ion dari macam-macam garam (seperti Na+, Ca++,Cl–, HCO3–), dan hormon-hormon.
- mengedarkan panas dalam tubuh.
- berperan aktif dalam memerangi bibit penyakit.
a. Sel-sel darah
- Sel-sel darah dapat dibagi menjadi tiga macam, yaitu sel darah merah, sel darah putih, dan keping-keping darah.
- Sel-sel
darah ini cukup besar sehingga dapat diamati dengan mikroskop biasa.
1) Sel
darah merah (eritrosit)
- sel darah merah mempunyai jumlah terbanyak.
- Pada wanita normal mempunyai kira-kira 4,5 juta sel darah merah dalam setiap mm³ darah.
- pada laki-laki normal sekitar 5 juta sel darah merah setiap mm³.
- jumlah sel darah merah juga dipengaruhi oleh ketinggian tempat seseorang hidup dan kesehatan seseorang.
- Sel-sel darah merah mempunyai bentuk cakram bikonkaf dengan diameter 7,5 μm, ketebalan 2 μm, dan tidak berinti sel.
- Bentuk bikonkaf ini mempercepat pertukaran gas-gas antara sel-sel dan plasma darah.
- Sel darah merah dibentuk dalam tulang-tulang rusuk, tulang dada, dan tulang belakang.
- Eritrosit memiliki pigmen respirasi, yaitu hemoglobin yang berperan mengikat oksigen sehingga membentuk oksihemoglobin (HbO2).
- Jangka hidup sel-sel darah merah kira-kira 120 hari.
- Sel-sel darah merah yang telah tua akan ditelan oleh sel-sel fagostik dalam hati. Sebagian besar besi dari hemoglobin digunakan kembali.
- Sedangkan, sisa dari molekul hemoglobin yang dipecah menjadi pigmen empedu yang diekskresikan oleh hati ke dalam empedu.
2) Sel
darah putih (leukosit)
- Sel darah putih mempunyai satu inti sel dan berbentuk tidak tetap.
- Fungsi umum dari sel darah putih adalah melindungi tubuh dari infeksi.
- Umur leukosit dalam sistem peredaran darah adalah 12 - 13 hari.
- Berdasarkan granula yang dikandung sitoplasma, sel darah putih dapat dibedakan menjadi sel darah putih bergranula (granulosit) dan sel darah putih yang tidak bergranula (agranulosit).
- Leukosit yang bergranula, contohnya eusinofil (2 - 4 %), basofil (0,5 - 1 %), dan neutrofil (60 - 70 %).
- Sedangkan, leukosit yang tidak bergranula, contohnya limfosit (20 - 25 %) dan monosit (3 - 8 %).
- Neutrofil bersifat fagosit dengan cara masuk ke jaringan yang terinfeksi. sebuah sel netrofil mampu memfagosit 5-20 bakteri, dan neutrofil aktif sekitar 6-10 jam, setelah itu mati
- Basofil bersifat fagosit serta melepaskan heparin dan histamin ke dalam darah. Heparin merupakan senyawa mukopolisakarida yang banyak terdapat di hati dan paru, yang berfungsi untuk mencegah pembekuan darah.Sedangkan histamin merupakan senyawa yang dilepaskan sebagai reaksi terhadap antigen yang sesuai. Basofil berperan dalam reaksi alergi dengan membentuk sel mast.
- Eosinofil bersifat fagosit dengan daya fagisotosis yang lemah, tetapi dapat mendetoksifikasi toksin penyebab radang.Jumlah eusinofil akan meningkat jika tubuh mengidap cacing-cacing parasit.
- Monosit, sel ini dapat membesar dan bersifat fagosit menjadi makrofag, yang menjadi fagosit utama, paling efektif dan berumur panjang
- Sedangkan, limfosit berperan dalam pembentukan antibodi.
- Semua sel-sel darah putih dibuat dalam sumsum tulang dan kelenjar limfa.
- Jumlah sel darah putih di dalam tubuh kira-kira 5.000 - 10.000 sel setiap mm³ darah.
- Jika terjadi infeksi, jumlah leukosit di dalam tubuh bisa meningkat mencapai 30.000. Jumlah leukosit yang melebihi jumlah normal ini disebut leukopeni.
- Sedangkan, jumlah leukosit yang kurang dari jumlah normal disebut leukositosis.
- Contoh keadaan jumlah leukosit menjadi lebih besar dari normal adalah leukimia atau kanker darah.
- Leukosit yang sangat banyak ini mengakibatkan fagositosis terhadap sel darah merah oleh sel darah putih.
3)
Keping-keping darah (trombosit)
- Keping-keping darah adalah fragmen sel-sel yang dihasilkan oleh sel-sel besar (megakariosit) dalam sum-sum tulang.
- Trombosit berbentuk seperti cakeram atau lonjong dan berukuran 2 μm. Keping-keping darah mempunyai umur hanya 8 - 10 hari.
- Secara normal dalam setiap mm³ darah terdapat 150.000 - 400.000 keping-keping darah.
- Trombosit memiliki peranan dalam pembekuan darah
b. Plasma darah
- Plasma darah ialah cairan berwarna kekuning-kuningan dan terdapat sel-sel darah.
- Komponen terbesar dari plasma darah adalah air.
- Dalam plasma darah terlarut molekul-molekul dan ion-ion yang beraneka ragam. molekul ini meliputi glukosa, asam amino, sisa metabolisme sel, vitamin-vitamin, hormon , dan ion-ion, misalnya Na+ dan Cl– .
- Kira-kira 7 % plasma terdiri atas molekul-molekul protein, seperti serum albumin, serum globulin dan fibrinogen yang esensial untuk proses pembekuan darah.
- Serum adalah cairan darah yang tidak mengandung fibrinogen.
- Protein plasma berperan sebagai antibodi
- Antibodi merupakan protein yang dapat mengenali dan mengikat antigen tertentu, yang berasal dari globulin di dalam sel-sel plasma.
- Antigen merupakan molekul (protein) asing yang memicu pembentukan antibodi.
- Antibodi terbentuk jika ada antigen yang masuk ke dalam tubuh
3.pembuluh darah
pembuluh darah adalah saluran untuk
mengalirkan darah ke seluruh tubuh, namun pembuluh darah tidaklah hanya
merupakan saluran tunggal tetapi mempunyai percabangan yang sangat banyak agar
dapat menjangkau seluruh bagian tubuh.
a. Pembuluh nadi/arteri
Pembuluh darah arteri adalah pembuluh darah yang keluar
dari jantung. Berfungsi
b. Pembuluh balik/vena
Vena (pembuluh balik) adalah pembuluh darah
kecil yang umumnya membawa darah terdeoksigenasi ke jantung dari jaringan.
Umumnya vena membawa darah yang mengandung karbon dioksda, namun ada vena
umbikalis yang membawa darah beroksigen dari paru-paru ke jantung.
c. Kapiler
Kapiler adalah pembuluh darah yang sangat kecil
dengan diameter antara 5-10 mikrometer yang memungkinkan terjadinya pertukaran
air, oksigen, karbon dioksida, nutrien, serta limbah dengan sel di sekitarnya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar