Rabu, 28 Desember 2016

Sistem Nerveus



SISTEM NERVEUS

            Sistem saraf  adalah sebuah sistem organ yang mengandung jaringan sel-sel khusus yang mengkoordinasikan tindakan dan mengirimkan sinyal ke berbagai bagian tubuh. Fungsi sistem saraf sebagai penerima informasi dalam bntuk stimulasi, memproses informasi yang diterima, memberi respon /reaksi terhadap stimulasi.
Sistem saraf manusia terdiri atas sel-sel saraf yang disebut Neuron. Neuron bergabung membentuk suatu jaringan untuk mengantarkan impuls (rangsang). Satu sel saraf tersusun dari badan sel, dendrit, dan akson.


Fungsi sistem saraf :

O Sebagai penerima informasi dalam bentuk stimulasiO Memproses informasi yang diterimaO Memberi respon/reaksi terhadap stimulasi.


Neuron (Sel Saraf)
 https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjsAqP7aGyowwsNPOdKxiGk2DrZjyuSTCo1VmyOSo8kt1zkGuf2GM-1OP2yFpGTjuqyRtYA7An0UclUzpLNSaLn8y2Mef-IDAWkxIj7yyIgtlXdHTjwK4s8yrHj_LpyZv5wTB3IiEGUJ6FP/s1600/j5.jpg

Neuron atau sel saraf merupkan bagian dari sistem saraf manusia. kumpulan dari sel-sel saraf ini lah yang membentuk sistem saraf.
Neuron terdiri dari 3 bagian utama yaitu:
1.      Dendrit
            Dendrit, berfungsi mengirim impuls dari reseptor ke badan sel saraf.


2.      Badan sel saraf
Badan sel di dalamnya terdapat sitoplasma dan inti sel. dari badan sel keluarlah neurit dan dendrit. Fungsi badan sel untuk mengendalikan kerja sel saraf.
3.      Akson (Neurit)
Akson (neurit) berfungsi mengirim impuls dari badan sel saraf ke jaringan lainnya atau efektor seperti kelenjar dan otot.

Macam-macam Sel Saraf  Berdasarkan Fungsinya :


1.      Saraf sensorik, Fungsi sel saraf sensorik adalah menghantar impuls dari reseptor ke sistem saraf pusat, yaitu otak (ensefalon) dan sumsum belakang (medula spinalis). 

2.      Saraf motorik, Fungsi sel saraf motor adalah mengirim impuls dari sistem saraf pusat ke otot atau kelenjar yang hasilnya berupa tanggapan tubuh terhadap rangsangan. Badan sel saraf motor berada di sistem saraf pusat. 

3.      Sel saraf intermediet / Sel saraf konektor, Sel saraf intermediet disebut juga sel saraf asosiasi. Sel ini dapat ditemukan di dalam sistem saraf pusat dan berfungsi menghubungkan sel saraf motor dengan sel saraf sensori atau berhubungan dengan sel saraf lainnya yang ada di dalam sistem saraf pusat. Sel saraf intermediet menerima impuls dari reseptor sensori atau sel saraf asosiasi lainnya.
Susunan Sistem Saraf
Ada dua macam sistem saraf, yaitu :
1.  Sistem saraf pusat meliputi : Otak dan Sumsum Tulang Belakang
2. Sistem sraf tepi (perifer) meliputi : Sistem saraf otonom (simpatis dan parasimpatis) dan sistem saraf somatis (saraf kranial dan spinal)

1. Sistem Saraf Pusat
Sistem saraf pusat merupakan pusat koordinasi tubuh. Sistem saraf pusat meliputi otak (ensefalon) dan sumsum tulang belakang (Medula spinalis). Keduanya merupakan organ yang sangat lunak, dengan fungsi yang sangat penting


1. Otak : 
Otak merupakan benda lengket yang lunak, bermi- nyak, dan kenyal. Di dalamnya terdapat jutaan bahkan milyaran sel safar. 



       Otak mempunyai lima bagian utama, yaitu:
1.      Otak besar (serebrum) : Otak besar mempunyai fungsi dalam pengaturan semua aktifitas mental, yaitu yang berkaitan dengan kepandaian (intelegensi), ingatan (memori), kesadaran, dan pertimbangan. 
2.      Otak tengah (mesensefalon)
3.      Otak kecil (serebelum)
4.      Sumsum sambung (medulla oblongata)
5.      Jembatan varol (pons varoli)


Otak Besar (Serebrum)
Otak besar mempunyai fungsi dalam pengaturan semua aktifitas mental, yaitu yang berkaitan dengan kepandaian (intelegensi), ingatan (memori), kesadaran, dan pertimbangan. 

Serebrum ini:
  • Merupakan bagian terbesar dari otak manusia.
  • Terdapat 2 hemisfer yg tampak simetris tetapi struktur & fungsinya berbeda.  hemisfer kanan: mengontrol tangan kiri, pengenalan terhadap musik & artistik, ruang & pola persepsi, pandangan & imajinasi. hemisfer kiri: mengontrol tangan kanan, bahasa lisan & tulisan, ketrampilan numerik & saintifik, & penalaran.
  • Permukaan hemisfer tampak berbentuk tonjolan (gyrus) & lekukan (sulcus); lekukan yg dalam disebut fissura.
  • Tiap hemisfer dibagi menjadi 4 lobus: lobus frontal, lobus parietal, lobus oksipital, & lobus temporal
Lobus frontalis berfungsi sebagai pusat berpikir; lobus temporalis sebagai pusat pendengaran dan berbahasa; Lobus oksipitalis sebagai pusat penglihatan; dan lobus parietalis sebagai pusat sentuhan dan gerakan.žOtak depan juga mencakup bagian-bagian yang lain, seperti talamus, hipotalamus, kelenjar pituitari, dan kelenjar pineal.Sebelum diterima area sensorik serebrum, semua  rangsangan akan diproses terlebih dahulu oleh talamus. Hanya rangsangan penciuman saja yang tidak diterima oleh talamus tersebut. Sedangkan fungsi talamus yang lain misalnya mengatur suhu dan kandungan air dalam darah, kemudian juga mengkoordinasi aktivitas yang terkait emosi.žHipotalamus merupakan bagian yang berfungsi mengatur suhu tubuh, selera makan, dan tingkah laku. Selain itu, hipotalamus juga mengontrol kelenjar pituitari, yakni kelenjar hormon yang berperan dalam mengontrol kelenjar-kelenjar homon lainya, seperti kelenjar tiroid, kelenjar adrenalin, dan pankreas.

Otak Tengah (mesensefalon)
Otak tengah terletak di depan otak kecil dan jembatan varol. Di depan otak tengah terdapat talamus dan kelenjar hipofisis yang mengatur kerja kelenjar-kelenjar endokrin. Bagian atas (dorsal) otak tengah merupakan lobus optikus yang mengatur refleks mata seperti penyempitan pupil mata, dan juga merupakan pusat pendengaran.

Otak Kecil (Serebellum)
Serebelum mempunyai fungsi utama dalam koordinasi gerakan otot yang terjadi secara sadar, keseimbangan, dan posisi tubuh. Bila ada rangsangan yang merugikan atau berbahaya maka gerakan sadar yang normal tidak mungkin dilaksanakan.

Jembatan varol (pons varoli)
Jembatan varol berisi serabut saraf yang menghubung kan otak kecil bagian kiri dan kanan, juga menghu bungkan otak besar dan sumsum tulang belakang.


Sumsum sambung (medulla oblongata)
Sumsum sambung berfungsi menghantar impuls yang datang dari medula spinalis menuju  ke otak. Sumsum sambung juga mempengaruhi jembatan,  refleks fisiologi seperti detak jantung, tekanan darah, volume dan kecepatan respirasi, gerak alat  pencernaan, dan sekresi kelenjar pencernaan .


2. Sumsum Tulang Belakang (Medula Spinalis)
  • merupakan tali putih kemilau berbentuk tabung dari dasar otak menuju ke tulang belakang. Bagian luar sumsum tulang belakang berwarna putih, karena tersusun oleh akson dan dendrit yang berselubung mielin. Sedangkan bagian dalamnya berwarna abu-abu, tersusun oleh badan sel yang tak berselubung mielin dari interneuron dan neuron motorik
  • Fungsi medula spinalis antara lain menghubung kan impuls dari saraf sensorik ke otak dan sebaliknya, menghubungkan impuls dari otak ke saraf motorik; medula spinalis mengendalikan berbagai aktivitas refleks dalam tubuh.
  • Mekanisme penghantaran impuls yang terjadi pada tulang belakang yakni ; rangsangan dari reseptor dibawa oleh neuron sensorik menuju sumsum tulang belakang melalui akar dorsal untuk diolah dan ditanggapi. Selanjutnya, impuls dibawa neuron motorik melalui akar ventral ke efektor untuk direspons.
Fungsi sumsum tulang belakang adalah :
1.Penghubung impuls dari dan ke otak2.Memungkinkan jalan terpendek  pada gerak refleks3.Organ ini mengurus persyarafan tubuh, anggota badan  dan bagian kepala4.Mengatur gerak refleks tubuh.

2. Sistem Saraf Tepi (SST)

Sistem saraf  tepi adalah semua saraf dan ganglion di luar sistem saraf pusat yang terdiri atas dua bagian, yaitu :
1)      Sistem saraf sadar (somatik)
2)      Sistem saraf tak sadar (autonom).


1)   Sistem Saraf Sadar
Sistem saraf sadar (somatik) fungsinya mengatur kerja organ tubuh secara sadar, terdiri atas serabut saraf otak sebanyak 12 pasang dan serabut saraf sumsum tulang belakang (nervus spinalis) sebanyak 31 pasang.
       Sistem saraf somatis meliputi :

       1.  Saraf Kranial
                   Sistem ini terdiri dari jaringan saraf yang berada dibagian luar otak dan medulla spinalis.
Merupakan bagian dari sistem saraf sadar. Memiliki 12 pasang saraf. Dari 12 pasang saraf, 3 pasang memiliki jenis sensori (saraf I, II, VIII); 5 pasang jenis motorik (saraf III, IV, VI, XI, XII) dan 4 pasang jenis gabungan (saraf V, VII, IX, X).




2.  Saraf Spinal
Sistem saraf spinal (tulang belakang) berasal dari arah dorsal, sehingga sifatnya sensorik. Berdasarkan asalnya, saraf sumsum tulang belakang yang berjumlah 31 dibedakan menjadi:
  • 8 pasang saraf leher (saraf cervical)
  • 12 pasang saraf punggung (saraf thorax)
  • 5 pasang saraf pinggang (saraf lumbar)
  • 5 pasang saraf pinggul (saraf sacral)
  • 1 pasang saraf ekor (saraf coccyigeal).
2) Sistem saraf tak sadar otonom 

sistem saraf ini terbagi menjadi 2 bagian yaitu :
1.saraf simpatik
Terbagi menjadi dua bagian yang terdiri dari saraf otonom cranial dan saraf otonom sacral.. Terletak di depan kolumna vertebra dan berhubungan dengan sumsum tulang belakang melalui serabut-serabut saraf.
Fungsinya :
- Mensarafi otot jantung
- Mensarafi pembuluh darah dan otot tak sadar
- Mempersarafi semua alat dalam seperti lambung, pancreas dan usus
- Melayani serabut motorik sekretorik pada kelenjar keringat
- Serabut motorik pada otot tak sadar dalam kulit
- Mempertahankan tonus semua otot sadar
 2. Saraf Parasimpatik
Fungsi saraf parasimpatik adalah
- Merangsang sekresi kelenjar air mata, kelenjar sublingualis, submandibularis dan kelenjar-kelenjar dalam mukosa rongga hidung
- Mensarafi kelenjar air mata dan mukosa rongga hidung
- Menpersarafi kelenjar ludah
- Mempersarafi parotis
- Mempersarafi sebagian besar alat tubuh yaitu jantung, paru-paru, GIT, ginjal, pancreas, lien, hepar dan kelenjar suprarenalis
- Mempersarafi kolon desendens, sigmoid, rectum, vesika urinaria dan alat kelamin
- Miksi dan defekasi

Tidak ada komentar:

Posting Komentar