BAB II
PEMBAHASANA
2.1 Pengertian Metabolisme
Metabolisme
adalah suatu proses kimiawi yang terjadi di dalam tubuh semua makhluk hidup, proses ini merupakan pertukaran
zat ataupun suatu organism dengan lingkungannya. Metabolisme berasal dari
bahasa Yunani, yaitu “metabole” yang berarti perubahan, dapat kita katakana
bahwa makhluk hidup mendapat, mengolah dan mengubah suatu zat melalui proses
kimiawi untuk mempertahankan hidupnya.
|
|
|
|
2.2 Proses Metabolisme
1.Metabolism karbohidrat
Metabolisme
merupakan proses yang berlangsung dalam organisme,baik
secara mekanis
maupun kimiawi.Metabolisme itu sendiri terdiri dari 2 proses
hidrolisis(penguraian
dengan menggunakan molekul air).Proses pencernaan
karbohidrat
terjadi dengan menguraikan polisakarida menjadi monosakarida.
Ketika makanan dikunyah,makanan akan bercampur
dengan air liur yang mengandung enzim ptialin (suatu α amilase yang
disekresikan oleh kelenjar parotis di dalam mulut).Enzim ini menghidrolisis
pati(salah satu polisakarida) menjadi maltosa dan gugus glukosa kecil yang
terdiri dari tiga sampai sembilan molekul glukosa.makanan berada di mulut hanya
dalam waktu yang singkat dan mungkin tidak lebih dari 3-5% dari pati yang telah
dihidrolisis pada saat makanan ditelan.
Sekalipun makanan tidak berada cukup lama dalam
mulut untuk dipecah oleh ptialin menjadi maltosa,tetapi kerja ptialin dapat
berlangsung terus menerus selama satu jam setalah makanan memasuki
lambung,yaitu sampai isi lambung bercampur dengan zat yang disekresikan oleh
lambung.Selanjutnya aktivitas ptialin dari air liur dihambat oelh zat asam yang
disekresikan oleh lambung.Hal ini dikarenakan ptialin merupakan enzim amilase
yang tidak aktif saat PH medium turun di bawah 4,0.
Setelah makan
dikosongkan dari lambung dan masuk ke duodenum (usus dua belas jari),makanan
kemudian bercampur dengan getah pankreas.Pati yang belum di pecah akan dicerna
oleh amilase yang diperoleh dari sekresi pankreas.Sekresi pankreas ini
mengandung α amilase yang fungsinya sama dengan α-amilase pada air liur,yaitu
memcah pati menjadi maltosa dan polimer glukosa kecil lainnya.Namun,pati pada
umumnya hampir sepenuhnya di ubah menjadi maltosa dan polimer glukosa kecil
lainnya sebelum melewati lambung.
Hasil akhir
dari proses pencernaan adalah glukosa,fruktosa,glaktosa,manosa dan monosakarida
lainnya.Senyawa-senyawa tersebut kemudian diabsorpsi melalui dinding usus dan
dibawa ke hati oleh darah.
- Glukosa sebagai salah satu hasil dari pemecahan pati akan mengalami dau proses di dalam hati,yaitu:
-
Pertama,Glukosa akan beredar bersama aliran
darah untuk memenuhi kebutuhan energi sel-sel tubuh
-
Kedua,jika di dalam hati terdapat kelebihan
glukosa (gula darah),glukosa akan di ubah menjadi glikogen(gula otot) dengan
bantuan hormon insulin dan secara otomatis akan menjaga keseimbangan gula
darah.Glikogen di simpan di dalam hati,jika sewaktu-waktu dibutuhkan,glikogen di
ubah kembali menjadi glukosa dengan bantuan hormon adrenaline.
2. Metabolisme
protein
Protein dalam makanan hampir sebagian besar
berasal dari daging dan sayur-sayuran.Protein dicerna di lambung oleh enzim pepsin,yang
aktif pada pH 2-3 (suasana asam).
Pepsin mampu
mencerna semua jenis protein yang berada dalam makanan.Salah satu hal
terpenting dari penceranaan yang dilakukan pepsin adalah kemampuannya untuk
mencerna kolagen.Kolagen merupakan bahan daasar utama jaringan ikat pada
kulit dan tulang rawan.
Pepsin memulai
proses pencernaan Protein.Proses pencernaan yang dilakukan pepsin meliputi
10-30% dari pencernaan protein total.Pemecahan protein ini merupakan proses
hidrolisis yang terjadi pada rantai polipeptida.
Sebagian besar proses pencernaan protein
terjadi di usus.Ketika protein meninggalkan lambung,biasanya protein dalam
bentuk proteosa,pepton,dan polipeptida besar.Setelah memasuki
usus,produk-produk yang telah di pecah sebagian besar akan bercampur dengan
enzim pankreas di bawah pengaruh enzim proteolitik,seperti
tripsin,kimotripsin,dan peptidase.Baik tripsin maupun kimotripsin memecah
molekul protein menjadi polipeptida kecil.Peptidase kemudian akan melepaskan
asam-asam amino.
Asam amino yang terdapat dalam darah berasal
dari tiga sumber,yaitu penyerapan melalui dinding usus,hasil penguraian protein
dalam sel,dan hasil sintesis asam amino dalam sel.asam amino yang disintesis
dalam sel maupun yang dihasilkan dari proses penguraian protein dalam hati
dibawa oleh darah untuk digunakan di dalam jaringan.dala hal ini hati berfungsi
sebagai pengatur konsentrasi asam amino dalam darah.
Kelebihan protein tidak disimpan dalam
tubuh,melainkan akan dirombak di dalam hati menjadi senyawa yang mengandung unsur N,seperti NH3
(amonia) dan NH4OH (amonium hidroksida),serta senyawa yyang tidak
mengandung unsur N.Senyawa yang mengandung unsur N akan disintesis menjadi
urea.Pembentukan urea berlangsung di dalam hati karena hanya sel-sel hati yang
dapat menghasilkan enzim arginase.Urea yang dihasilkan tidak dibutuhkan oleh
tubuh,sehingga diangkut bersama zat-zat lainnya menuju ginjal laul dikeluarkan
melalui urin.sebaliknya,senyawa yang tidak mengandung unsur N akan disintesis
kembali mejadi bahan baku karbohidrat dan lemak,sehingga dapat di oksidasi di
dalam tubuh untuk menghasilkan energi.
Akibat
kekurangan protein.
Kekurangan protein banyak terdapat pada
masyarakat sosial ekonomi rendah. Kekurangan protein murni pada stadium berat
menyebabkan Kwasiorkor pada anak-anak dibawah lima tahun (balita). Kekurangan
protein juga sering ditemukan secara bersamaan dengan kekurangan energi yang
menyebabkan kondisi yang dinamakan Marasmus.
3. metabolisme
lemak
Pencernaan lemak tidak terjadi di mulut dan lambung karena di
tempat tersebut tidak terdapat enzim lipase yang dapat menghidrolisis atau
memecah lemak.Pencernaan
lemak terjadi di dalam usus,karena usus mengandung lipase.
Lemak keluar
daari lambung masuk ke dalam usus sehingga merangsang hormone
kolesistokinin.Hormon
kolesistokinin menyebabkan kantung empedu berkontraksi sehingga mengeluarkan
cairan empedu ke dalam duodenum(usus dua belaas jari).Empedu mengandung garam
empedu yang memegang peranan penting dalam mengemulsikan lemak.Emulsi Lemak
merupakan pemecahan lemak yang berukuran besar menjadai butiran lemak yang
berukuran
lebih
kecil.ukuran lemak yang lebih kecil (trigliserida) yang teremulsi akan
memudahkan hidrolisis lemak oleh lipase yang dihasilkan dari penkreas.Lipase
pankreas akan menghidrolisis lemak teremulsi menjadi campuran asam lemak dan
monoligserida (gliserida
tunggal).Pengeluaran
cairan penkreas dirancang oleh hormon sekretin yang berperan dalam meningkatkan
jumlah elektrolit (senyawa penghantar listrik) dan cairan pankreas,serta
pankreoenzim yang berperan untuk merangsang pengeluaran enzim-enzim dalam
cairan pankreas.
Absorpsi hasil
pencernaan lemak sebagian besar (70%) terjadi di usus halus.Pada waktu asam
lemak dan monogliserida di absorpsi melalui sel-sel mukosa pada dinding
usus,keduanya di ubah kembali menjadi lemak (trigliserida dengan bentuk
partikel-partikel kecil(jaringan lemak.Saar dibutuhkam,timbunan lemak tersenit
akan diangkut menuju hati.
4.
vitamin
Vitamin
Larut Lemak
-
Vitamin A
Vitamin A adalah vitamin larut lemak yang
pertama ditemukan. Secara luas, vitamin A merupakan nama generik yang
menyatakan semua retinoid dan prekursor/provitamin A karotenoid yang mempunyai
aktivitas biologi sebagai retinol.
Sumber vitamin A adalah hati, kuning telur, dan
mentega. Sumber lainnya yaitu sayuran berwarna hijau tua dan buah-buahan yang
berwana kuning-jingga, seperti daun singkong, daun kacang, kangkung, bayam,
kacang panjang, buncis, wortel, tomat, jagung kuning, pepaya, mangga, nangka
masak, dan jeruk. Gejala-gejala mata pada defisit vitamin A disebut
xeroftalmia.
-
Vitamin D
Vitamin D mencegah dan menyembuhkan riketsia,
yaitu penyakit di mana tulang tidak mampu melakukan klasifikasi. Vitamin D
dapat dibentuk tubuh dengan bantuan sinar matahari. Bila tubuh mendapat cukup
sinar matahari konsumsi vitamin D melalui makanan tidak dibutuhkan. Karena
dapat disintesis di dalam tubuh, vitamin D dapat dikatakan bukan vitamin, tapi
suatu prohormon. Bila tubuh tidak mendapat cukup sinar matahari, vitamin D
perlu dipenuhi melalui makanan.
Bahan makanan yang kaya akan vitamin D ialah
susu. Defisit vitamin D memberikan penyakit rakhitis (rickets) atau disebut
pula penyakit Inggris karena mula-mula banyak terdapat dan dipelajari di negara
Inggris.
-
Vitamin E
Berbagai biji-bijian merupakan sumber kaya
vitamin E. Khususnya biji yang sudah berkecambah dikenal mengandung vitamin E
dalam konsentrasi tinggi. Kekurangan vitamin E pada manusia menyebabkan
hemolisis eritrosit, yang dapat diperbaiki dengan pemberian tambahan vitamin E.
-
Vitamin K
Sumber utama vitamin K adalah hati, sayuran
daun berwarna hijau, kacang buncis, kacang polong, kol dan brokoli. Semakin
hijau daun-daunan semakin tinggi kandungan vitamin K-nya. Bahan makanan lain
yang mengandung vitamin K dalam jumlah lebih kecil adalah susu, daging, telur,
serealia, buah-buahan, dan sayuran lain. Kekurangan vitamin K menyebabkan darah
tidak dapat menggumpal, sehingga bila ada luka atau pada operasi terjadi
pendarahan.
b.
Vitamin Larut Air
-
Vitamin C
Pada umumnya hanya terdapat di dalam pangan
nabati, yaitu sayur dan buah terutama yang asam, seperti jeruk, nenas,
rambutan, pepaya, gandaria, dan tomat, vitamin C juga banyak terdapat di dalam
sayuran daun-daunan dan jenis kol. Defisit vitamin C memberi gejala-gejala
penyakit skorbut. Kerusakan terutama terjadi pada jaringan rongga mulut,
pembuluh darah kapiler dan jaringan tulang.
-
Vitamin B
Sumber utama vitamin B adalah beras dan
serealia. Defisit vitamin B menyebabkan penyakit beri-beri.
2.3 Perjalanan Yang Ditempuh Oleh Makanan Yang Kita Makan Di Dalam Tubuh
Kita memperoleh energi yang kita butuhkan untuk kerja tubuh dari
berbagai makanan dan minuman. Akan tetapi, setiap makanan yang kita makan,
misalnya nasi, daging, atau pisang, perlu dicerna dulu agar siap digunakan oleh
tubuh. Makanan-makanan ini digunakan oleh sel-sel tubuh setelah dicerna. Gula
yang terkandung di dalam pisang atau dalam apel memberikan bahan bakar untuk
sel-sel kalian dan meningkatkan energi kalian. Protein yang terkandung di dalam
daging sangat penting untuk pertumbuhan sel kalian, dan tentu juga untuk tubuh
kalian. Sekarang mari kita kenang kembali masa ketika kalian masih bayi
Sistem kerja pencernaan mirip dengan sistem
kerja penyulingan minyak. Minyak mentah yang tiba di penyulingan adalah bahan
baku yang diproses lagi oleh mesin dan disuling sehingga bisa digunakan.
Makanan yang kita makan adalah bahan baku pada tahap pertama dan kemudian
diproses di dalam lambung sehingga bisa digunakan oleh tubuh. Setelah
dilumatkan di dalam lambung dan usus, makanan siap untuk digunakan sebagai sari
makanan untuk sel-sel dan diantarkan pada bagian-bagian yang membutuhkan dalam
tubuh melalui pembuluh darah.
Satu zat asal diproses dalam penyulingan minyak
bumi, lalu berbagai produk, misalnya bensin, yang merupakan bahan bakar mobil,
atau karet yang digunakan sebagai sol sepatu, berasal dari zat ini. Demikian
pula halnya dengan zat-zat dalam makanan yang dihancurkan menjadi lemak, gula,
dan karbohidrat di dalam lambung. Tapi ingat bahwa yang terjadi di dalam
lambung setelah kalian memakan nasi goreng yang lezat jauh lebih rumit
dibandingkan yang terjadi di dalam penyulingan minyak. Bahkan, kerja pencernaan
yang akan segera kita bahas ini tidaklah terjadi di pabrik yang besar,
melainkan dalam daerah yang sangat kecil di dalam tubuh kalian.
Panjang total saluran pencernaan yang dilalui
makanan adalah 10 meter. Saluran ini 6-7 kali lebih panjang dari rata-rata
tinggi manusia dan begitu mengagumkan bisa dimasukkan ke dalam tubuh kita.
Bagaimana saluran sepanjang itu bisa ditempatkan di dalam tubuh manusia?
Jawaban pertanyaan ini sekali lagi mengungkap adanya rancangan khusus dalam
penciptaaan tubuh kita.
Karena saluran pencernaan, seperti yang bisa
kalian lihat dalam gambar di halaman kiri, berbentuk lipatan/gulungan, saluran
itu pun pas masuk ke daerah yang sangat kecil, meskipun panjang. Bentuk khusus
ini adalah rancangan sempurna dari Tuhan kita, Yang telah menciptakan
segalanya. Bentuk sistem pencernaan ini hanyalah satu dari sekian banyak
keajaiban yang Allah ciptakan dalam tubuh kita.
2.4 Mesin Pencerna Mulai Bekerja
Pencernaan makanan dimulai dalam mulut. Karbohidrat dalam makanan yang kalian makan pertama-tama dilumatkan menjadi partikel-partikel yang lebih kecil oleh air liur di dalam mulut kalian. Contohnya, mula-mula roti yang dimakan saat sarapan mulai dilumatkan di dalam mulut. Namun akan diperlukan waktu yang lebih lama untuk keju yang dimakan bersama roti agar bisa dilumatkan.
Makanan yang
dilumatkan di dalam mulut melalui kerongkongan dan mencapai lambung. Di dalam
lambung terdapat bentuk keseimbangan menakjubkan yang lain. Pencernaan makanan
dalam lambung dilakukan oleh cairan yang sangat kuat. Cairan ini adalah asam
hidroklorat. Seperti kalian ketahui, asam adalah zat yang membuat kulit
terkelupas. Asam mampu melelehkan apa pun yang bersentuhan dengannya. Misalnya,
untuk membersihkan lobang keran yang mampet ibu menggunakan cairan yang
mengandung asam. Dengan membersihkan kotoran dan zat-zat sampah yang menghambat
pipa, asam ini menghilangkan kemampetan. Berkat asam kuat yang ada dalam
lambung, makanan yang berbentuk serpihan besar ketika memasuki lambung, dipecah
menjadi partikel-partikel yang lebih kecil yang bisa digunakan oleh tubuh.
Namun ada satu hal lain yang perlu dicatat.
Perlindungan tersebut bisa disimpulkan sebagai
berikut. Cairan lain, yaitu “mukus” dikeluarkan selama pencernaan untuk
mencegah asam hidroklorat melumatkan lambung. Lapisan mukus khusus ini menutupi
permukaan dalam lambung dan melindungi lambung dari kerusakan karena asam kuat
ini. Hasilnya, lambung tidak mencerna dirinya sendiri.
Tempat berikutnya dalam perjalanan pencernaan
adalah usus. Makanan dilumatkan menjadi pertikel-pertikel yang lebih kecil lagi
dan menjadi siap digunakan oleh tubuh setelah melalui dua usus, yaitu usus
halus dan usus besar. Makanan yang bermanfaat disalurkan ke dalam aliran darah
sedang sisa-sisa yang tidak diperlukan dikeluarkan dari tubuh oleh sistem
pembuangan. Tahap makanan yang dimakan melalui usus juga sangat penting.
Pencernaan berlanjut di dalam usus seperti halnya di dalam lambung. Makanan
dilumatkan menjadi bagian yang lebih kecil lagi. Makanan itu sekarang begitu
kecil sehingga bisa diserap oleh pembuluh darah di sekitar usus dan dimasukkan
ke dalam aliran darah untuk dibawa ke setiap bagian tubuh.
Kita harus tahu bahwa sistem pencernaan direncanakan dengan lengkap
dan sempurna. Selama perjalanan ini, yang dimulai di mulut, diteruskan
kerongkongan, lambung, dan usus, makanan yang kita makan melalui beberapa
tahap. Dan akhirnya makanan yang diperlukan oleh sel tubuh kita pun diperoleh.
Makanan ini diserap dalam usus dan diantarkan ke tubuh melalui aliran darah. Pencernaan
makanan akan sangat sulit jika mekanisme ini tidak bekerja dengan begitu
sempurna.
Salah
satu fungsi dari perut selain pencernaan penyimpanan: Makanan yang mencapai
perut disimpan di sini untuk suatu periode. Kemudian mereka sedikit demi
sedikit diteruskan ke usus kecil untuk rincian lebih lanjut. Jika makanan yang
Anda makan tidak disimpan dalam perut Anda, Anda harus makan setiap 20 menit
karena perut Anda akan selalu kosong dan Anda akan merasa lapar sepanjang
waktu.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar