Rabu, 28 Desember 2016

Sistem Disgestiva



 SISTEM DIGESTIVA

            Sistem pencernaan pada manusia merupakan serangkaian proses untuk mengubah makanan dengan memecah molekul makanan yang kompleks menjadi sederhana dengan bantuan enzim dan menyerap sari makanan yang dibutuhkan oleh tubuh manusia. Syaifuddin (2012:504) mendefinisikan “Sistem organ pencernaan adalah sistem organ yang menerima makanan, mencerna untuk dijadikan energy dan nutrient, serta mengeluarkan sisa proses tersebut”.

            Agar makanan dapat dicerna secara optimal dalam saluran pencernaan, saluran pecernaan harus memiliki persediaan air, elektrolit, dan makanan yang terus menerus, untuk ini di butuhkan:
1.      Pergerakan makanan melalui saluran pencernaan.
2.      Sekresi getah pencernaan.
3.      Absorpsi hasil pencernaan air dan elektrolit
4.      Sirkulasi darah melalui organ-organ gastrointensial yang membawa zat yan akan diabsorbsi
5.      Pengaturan semua fungsi oleh sistem saraf dan hormone.

Fungsi utama sistem pencernaan adalah menyediakan zat nutrient yang sudah di cerna secara berkeseimbangan, untuk di distribusikan kedalam sel melalui sirkulasi dengan unsur-unsur (air, elektrolit dan zat gizi).

Susunan saluran pencernaan:
1.      Mulut (oris)
2.      Tekak (faring)
3.      Kerongkongan (esophagus)
4.      Lambung (ventrikulus )
5.      Usus halus (intestinum minor )
6.      Usus besar ( intestinum mayor )
7.      Rectum dan anus

1.      MULUT
Mulut merupakan organ yang petama dari saluran pencernaan yang meluas dari bibir sampai ke itmus fausium yaitu perbatasan antara mulut dengan faring, terdiri dari:
·         Vestibulum oris : bagian di antara bibir dan pipi di luar, gusi dan gigi bagian dalam. 
·         Kavitas oris propia : bagian di antara arkus alveolaris, gusi, dan gigi, memiliki atap yang dibentuk oleh  palatum durum (palatum keras ) bagian depan, palatum mole (palatum lunak) bagian belakang.



2.      FARING
Faring (tekak) merupaka organ yang menghubungkan rongga mulut dengan kerongkongan panjangnya (kira-kira 12 cm), terbentang tegak lurus antara basis kranii setinggi vertebrae servikalis VI, ke bawah setinggi tulang rawan krikoidea.
 
Faring teridiri atas 3 bagian :

1)      Nasofaring
 bagian superior yang menghubungkan hidung dengan faring. Bagian samping terdapat muara aperture tuba auditorius yang menghubungkan basofaring dengan telinga tengah.
Bagian belakang atap dibentuk oleh lengkung tulang osis oksipitalis. 

2)      Orofaring  
Bagian media yang menghubungkan rongga mulut dengan faring. 

3)      Laringofaring
Bagian inferior yang menghubugkan laring dengan faring. Bagian palig bawah laring berhubungan dengan faring, terbentang antara hyoid sampai esophagus.

3.      ESOFAGUS
Esophagus (kerongkong) merupakan saluran pencernaan setelah mulut dan faring. Panjangnya kira-kira 25 cm. posisi vertical dimulai drai bagian tengah leher bawah faring sampai ujung bawah rongga dada di belakang trakea. Pada bagian dalam di belakang jantung menembus diafragma sampai rongga dada. Fundus lambung melewati persimpangan sebelah kiri diafragma. 

            Sekresi esophagus bersifat mukoid, berfungsi memberikan pelumas untuk pergerakan makanan melalui esophagus. Pada permulaan esophagus banyak terdapat kelenjar mukosa simpleks. Untuk mencegah erosi mukosa oleh makanan yang baru masuk, kelenjar komposita pada perbatasan esophagus dengan lambung melindungi dinding esophagus dari pencernaan getah lambung.

Lapisan dinding esophagus dari dalam keluar:
1. lapisan selaput lender (mukosa)
2. lapisan submukosa
3. lapisan otot melingkar ( M. sirkuler)
4. lapisan otot memanjang (M. longitudinal )

4.      LAMBUNG
Lambung ( ventrikulus ) merupakan sebuah kantong muskuler yang letaknya antara esophagus dan usus halus, sebelah kiri abdomen, di bawah diafragma bagian depan pancreas dan limpa. Lambung merupakan saluran yang dapat mengembang karena adanya gerakan peristaltic terutama di daerah epigaster.

Bagian-bagian dari lambung :
1.      fundus ventrikuli : bagian yang menonjol ke atas, terletak sebelah kiri osteum kardiak,  biasanya berisi gas. Pada batas esophagus terdapat katup sfingter kardiak.
2.      Korpus ventrikuli : merupakan segitiga osteum kardia yaitu suatu lekukan pada bagian bawah kurvatura, merupakan bagian utama dari lambung.
3.      Antrum pylorus: bagian lambung berbentuk tabung, mempunyai oto yang tebal membentuk sfingter pylorus, merupakan muara bagian distal, berlanjut ke duodenum
4.      Kurvatura minor : sebelah kanan lambung terbentang dari, osteum kardia sampai ke pirolus. Kurvatura minor dihunbungkan ke hepar oleh omentum minor, lipatan ganda dari peritoneum.
5.      Kurvatura mayor : terbentang pada sisi kiri ostium kardia melalui fundus ventrikuli menuju ke kanan sampai ke pirolus inverior, lebih panjang dari kurvatura minor, dihubungkan dengan kolon transversu oleh omentum mayor lipatan ganda dari pertonium.
6.      Ostiu kardia : merupakan tempat esophagus bagian abdomen masuk ke lambung. Pada bagian ini terdapat orifisium pirolus, tidak mempuyai sfingter khusus hanya berbentuk cincin membuka dan menutup. Dengan kontraksi dan relaksasi, osteum dapat tertutup oleh lipatan membrane mukosa dan serat otot pada dasar esophagus.



Funsi lambung :
1.      Fungsi penampungan makanan yang masuk melalui esophagus, menghancurkan makanan dan menghaluskan makanan dengan gerakan peristaltic lambung dan getah lambung.
a. mekanis : menyimpan, mencampur dengan secret lambung, dan mengeluarkan kimus  ke dalam usus. Pendorong makanan terjadi secara gerakan peristaltic setiap 20 detik.
b. kimiawi : bolus dalam lambung akan dicampur dengan asam lambung dan enzim-enzim bergantung jenis makanan enzim yang di hasilkan.
2.      Fungsi bakterisid : oleh asam lambung.
3.      Membantu proses pembentukan eritrosit : lambung mengasilkan zat faktor intrinsic bersama dengan factor ekstrinsik dari makanan, membentuk zat yang di sebut anti-anemik yang berguna untuk pertukaran eritrosit yang disimpan dalam hati.


5.      USUS HALUS
Usus halus ( intestinum minor ) merupakan bagian dari sistem pencernaan makanan yang berpangkal pada pylorus dan berakhir pada sekum. Pabjangnya kira-kira 6 meter, merupakan saluran pencernaan yang paling panjang dari tempat proses pencernaan dan absorpsi pencernaan.

            Bentuk dan susunannya berupa lipatan-lipatan melingkar. Makanan dalam intestinum minor dapat masuk karena adanya gerakan dan memberikan permukaan yang lebih halus. banyak jonjot-jonjott tempat absorpsi dan memperluas permukaannya. Pada ujumg dan pangkalnya terdapat katup.
Fungsi usus halus:
1)      Menyekresi cairan usus : untuk menyempurnakan pengolahan zat makanan di usus halus.
2)      Menerima cairan empedu dan pancreas melalui duktus kholedukus dan duktus pankreatikus.
3)      Mencerna makanan : getah usus dan pancreas mengandung enzim pengubah protein menjadi asam amino, karbohidrat menjadi glukosa, lemak menjadi asam lemak dan gliserol.
4)      Mengabsorpsi air garam dan vitamin, protein dalam bentuk asam amino, karbohidrat, dalam bentuk monoksida. Makan yang telah diserap tersebut akan dikumpulkan di dlam vena-vena halus kemudian berkumpul dalam vena yang besar bermuara ke dalam vena porta langsung dibawa ke hati.
5)      Menggerakkan andungan usus : sepanjang usus halus oleh kontraksi segmental pendek dan gelombang cepat yang menggerakkan kandungan usus sepanjang usus menjadi lebih cepat.


6.      USUS BESAR
Usus besar (intestinum mayor ) merupakan salauran pencernaan berupa usus berpenampang atau berdiameter besar dengan panjang kira-kira 1,5-1,7 meter dan penampang 5-5 cm. lanjutan dari usus halus yang tersusun seperti huruf U terbalik mengelilingi usus halus terbentang dari valvula iliosekalis sampai ke anus.
Fungsi usus besar :
1.      Menyerap air dan elektrolit, untuk kemudian sisa massa membentuk massa yang lembek yang disebut feses.
2.      Menyimpan bahan feses. Sampai saat defekasi, feses ini terdirisisa makanan, serat-serat selulosa, sel-sel epitel bakteri, bahan sisa sekresi (lambung, kelenjar intestine, hati, pancreas) magnesium fostat dan Fe.
3.      Tempat tinggal bakteri koli. Sebagian dari kolon berhubungan dengan penyimpanan.untuk kedua fungsi ini tidak diperlukan gerakan yang kuat cukup dengan pergerakan yang lemah.

7.      REKTUM DAN ANUS
Rektum merupakan lanjutan dari kolon sigmoid yang menghubungkan instetinum mayor dengan anus sepanjang 12 cm, dimulai dari pertengahan sacrum dan berakhir pada kanalis anus. Rectum terletak dalam rongga pelvis, di depan os sacrum dan os koksigis.


Fungsi rektum:

Sebagai bagian terakhir dari saluran pencernaan, rektum bertindak sebagai fasilitas penyimpanan sementara untuk bahan kotoran / limbah. Makanan yang kita makan mengalami proses pencernaan begitu kita mulai mengunyah dalam mulut kita maka diteruskan ke lambung, usus kecil dan usus akhirnya besar, sisa residu dari makanan yang tidak tercerna dengan bakteri dan jus dari sistem pencernaan masukkan rektum dalam bentuk feses. kotoran ini tetap di rektum sampai kita melanjutkan dengan buang air besar di mana melalui buang air besar mereka dipindahkan ke lubang anus dan kemudian di luar tubuh.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar