SISTEM DIGESTIVA
Sistem pencernaan pada manusia
merupakan serangkaian proses untuk mengubah makanan dengan memecah molekul
makanan yang kompleks menjadi sederhana dengan bantuan enzim dan menyerap sari
makanan yang dibutuhkan oleh tubuh manusia.
Syaifuddin (2012:504) mendefinisikan “Sistem organ pencernaan adalah sistem
organ yang menerima makanan, mencerna untuk dijadikan energy dan nutrient,
serta mengeluarkan sisa proses tersebut”.
Agar
makanan dapat dicerna secara optimal dalam saluran pencernaan, saluran
pecernaan harus memiliki persediaan air, elektrolit, dan makanan yang terus
menerus, untuk ini di butuhkan:
1.
Pergerakan
makanan melalui saluran pencernaan.
2.
Sekresi
getah pencernaan.
3.
Absorpsi
hasil pencernaan air dan elektrolit
4.
Sirkulasi
darah melalui organ-organ gastrointensial yang membawa zat yan akan diabsorbsi
5.
Pengaturan
semua fungsi oleh sistem saraf dan hormone.
Fungsi
utama sistem pencernaan adalah menyediakan zat nutrient yang sudah di cerna
secara berkeseimbangan, untuk di distribusikan kedalam sel melalui sirkulasi
dengan unsur-unsur (air, elektrolit dan zat gizi).
Susunan saluran pencernaan:
1.
Mulut
(oris)
2.
Tekak
(faring)
3.
Kerongkongan
(esophagus)
4.
Lambung
(ventrikulus )
5.
Usus
halus (intestinum minor )
6.
Usus
besar ( intestinum mayor )
7.
Rectum
dan anus
1.
MULUT
Mulut merupakan
organ yang petama dari saluran pencernaan yang meluas dari bibir sampai ke
itmus fausium yaitu perbatasan antara mulut dengan faring, terdiri dari:
·
Vestibulum
oris : bagian di antara bibir dan pipi di luar, gusi dan gigi bagian dalam. · Kavitas oris propia : bagian di antara arkus alveolaris, gusi, dan gigi, memiliki atap yang dibentuk oleh palatum durum (palatum keras ) bagian depan, palatum mole (palatum lunak) bagian belakang.
2.
FARING
Faring (tekak)
merupaka organ yang menghubungkan rongga mulut dengan kerongkongan panjangnya
(kira-kira 12 cm), terbentang tegak lurus antara basis kranii setinggi
vertebrae servikalis VI, ke bawah setinggi tulang rawan krikoidea.
Faring teridiri atas 3 bagian :
1)
Nasofaring
bagian superior yang menghubungkan hidung
dengan faring. Bagian samping terdapat muara aperture tuba auditorius yang
menghubungkan basofaring dengan telinga tengah.
Bagian belakang
atap dibentuk oleh lengkung tulang osis oksipitalis.
2)
Orofaring
Bagian media
yang menghubungkan rongga mulut dengan faring.
3)
Laringofaring
Bagian inferior
yang menghubugkan laring dengan faring. Bagian palig bawah laring berhubungan
dengan faring, terbentang antara hyoid sampai esophagus.
3.
ESOFAGUS
Esophagus (kerongkong)
merupakan saluran pencernaan setelah mulut dan faring. Panjangnya kira-kira 25
cm. posisi vertical dimulai drai bagian tengah leher bawah faring sampai ujung
bawah rongga dada di belakang trakea. Pada bagian dalam di belakang jantung
menembus diafragma sampai rongga dada. Fundus lambung melewati persimpangan
sebelah kiri diafragma.
Sekresi esophagus bersifat mukoid,
berfungsi memberikan pelumas untuk pergerakan makanan melalui esophagus. Pada permulaan
esophagus banyak terdapat kelenjar mukosa simpleks. Untuk mencegah erosi mukosa
oleh makanan yang baru masuk, kelenjar komposita pada perbatasan esophagus dengan
lambung melindungi dinding esophagus dari pencernaan getah lambung.
Lapisan dinding
esophagus dari dalam keluar:
1. lapisan
selaput lender (mukosa)
2. lapisan submukosa
3. lapisan otot
melingkar ( M. sirkuler)
4. lapisan otot
memanjang (M. longitudinal )
4.
LAMBUNG
Lambung (
ventrikulus ) merupakan sebuah kantong muskuler yang letaknya antara esophagus dan
usus halus, sebelah kiri abdomen, di bawah diafragma bagian depan pancreas dan
limpa. Lambung merupakan saluran yang dapat mengembang karena adanya gerakan peristaltic
terutama di daerah epigaster.
Bagian-bagian dari lambung :
1.
fundus
ventrikuli : bagian yang menonjol ke atas, terletak sebelah kiri osteum
kardiak, biasanya berisi gas. Pada batas
esophagus terdapat katup sfingter kardiak.
2.
Korpus
ventrikuli : merupakan segitiga osteum kardia yaitu suatu lekukan pada bagian
bawah kurvatura, merupakan bagian utama dari lambung.
3.
Antrum
pylorus: bagian lambung berbentuk tabung, mempunyai oto yang tebal membentuk
sfingter pylorus, merupakan muara bagian distal, berlanjut ke duodenum
4.
Kurvatura
minor : sebelah kanan lambung terbentang dari, osteum kardia sampai ke pirolus.
Kurvatura minor dihunbungkan ke hepar oleh omentum minor, lipatan ganda dari peritoneum.
5.
Kurvatura
mayor : terbentang pada sisi kiri ostium kardia melalui fundus ventrikuli
menuju ke kanan sampai ke pirolus inverior, lebih panjang dari kurvatura minor,
dihubungkan dengan kolon transversu oleh omentum mayor lipatan ganda dari pertonium.
6.
Ostiu
kardia : merupakan tempat esophagus bagian abdomen masuk ke lambung. Pada bagian
ini terdapat orifisium pirolus, tidak mempuyai sfingter khusus hanya berbentuk
cincin membuka dan menutup. Dengan kontraksi dan relaksasi, osteum dapat
tertutup oleh lipatan membrane mukosa dan serat otot pada dasar esophagus.
Funsi lambung :
1.
Fungsi
penampungan makanan yang masuk melalui esophagus, menghancurkan makanan dan menghaluskan
makanan dengan gerakan peristaltic lambung dan getah lambung.
a. mekanis
: menyimpan, mencampur dengan secret lambung, dan mengeluarkan kimus ke dalam usus. Pendorong makanan terjadi secara
gerakan peristaltic setiap 20 detik.
b. kimiawi
: bolus dalam lambung akan dicampur dengan asam lambung dan enzim-enzim
bergantung jenis makanan enzim yang di hasilkan.
2.
Fungsi
bakterisid : oleh asam lambung.
3.
Membantu
proses pembentukan eritrosit : lambung mengasilkan zat faktor intrinsic bersama
dengan factor ekstrinsik dari makanan, membentuk zat yang di sebut anti-anemik
yang berguna untuk pertukaran eritrosit yang disimpan dalam hati.
5.
USUS HALUS
Usus halus ( intestinum minor ) merupakan bagian dari sistem
pencernaan makanan yang berpangkal pada pylorus dan berakhir pada sekum. Pabjangnya
kira-kira 6 meter, merupakan saluran pencernaan yang paling panjang dari tempat
proses pencernaan dan absorpsi pencernaan.
Bentuk dan susunannya berupa
lipatan-lipatan melingkar. Makanan dalam intestinum minor dapat masuk karena
adanya gerakan dan memberikan permukaan yang lebih halus. banyak jonjot-jonjott
tempat absorpsi dan memperluas permukaannya. Pada ujumg dan pangkalnya terdapat
katup.
Fungsi usus halus:
1)
Menyekresi
cairan usus : untuk menyempurnakan pengolahan zat makanan di usus halus.
2)
Menerima
cairan empedu dan pancreas melalui duktus kholedukus dan duktus pankreatikus.
3)
Mencerna
makanan : getah usus dan pancreas mengandung enzim pengubah protein menjadi
asam amino, karbohidrat menjadi glukosa, lemak menjadi asam lemak dan gliserol.
4)
Mengabsorpsi
air garam dan vitamin, protein dalam bentuk asam amino, karbohidrat, dalam
bentuk monoksida. Makan yang telah diserap tersebut akan dikumpulkan di dlam
vena-vena halus kemudian berkumpul dalam vena yang besar bermuara ke dalam vena
porta langsung dibawa ke hati.
5)
Menggerakkan
andungan usus : sepanjang usus halus oleh kontraksi segmental pendek dan
gelombang cepat yang menggerakkan kandungan usus sepanjang usus menjadi lebih
cepat.
6.
USUS BESAR
Usus besar
(intestinum mayor ) merupakan salauran pencernaan berupa usus berpenampang atau
berdiameter besar dengan panjang kira-kira 1,5-1,7 meter dan penampang 5-5 cm.
lanjutan dari usus halus yang tersusun seperti huruf U terbalik mengelilingi
usus halus terbentang dari valvula iliosekalis sampai ke anus.
Fungsi usus besar :
1.
Menyerap
air dan elektrolit, untuk kemudian sisa massa membentuk massa yang lembek yang
disebut feses.
2.
Menyimpan
bahan feses. Sampai saat defekasi, feses ini terdirisisa makanan, serat-serat
selulosa, sel-sel epitel bakteri, bahan sisa sekresi (lambung, kelenjar intestine,
hati, pancreas) magnesium fostat dan Fe.
3.
Tempat
tinggal bakteri koli. Sebagian dari kolon berhubungan dengan penyimpanan.untuk
kedua fungsi ini tidak diperlukan gerakan yang kuat cukup dengan pergerakan
yang lemah.
7.
REKTUM DAN ANUS
Rektum
merupakan lanjutan dari kolon sigmoid yang menghubungkan instetinum mayor
dengan anus sepanjang 12 cm, dimulai dari pertengahan sacrum dan berakhir pada
kanalis anus. Rectum terletak dalam rongga pelvis, di depan os sacrum dan os
koksigis.
Fungsi rektum:
Sebagai bagian terakhir dari saluran pencernaan, rektum bertindak
sebagai fasilitas penyimpanan sementara untuk bahan kotoran / limbah. Makanan
yang kita makan mengalami proses pencernaan begitu kita mulai mengunyah dalam
mulut kita maka diteruskan ke lambung, usus kecil dan usus akhirnya besar, sisa
residu dari makanan yang tidak tercerna dengan bakteri dan jus dari sistem
pencernaan masukkan rektum dalam bentuk feses. kotoran ini tetap di rektum
sampai kita melanjutkan dengan buang air besar di mana melalui buang air besar
mereka dipindahkan ke lubang anus dan kemudian di luar tubuh.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar