Selasa, 27 Desember 2016

Sistem Respirasi

SISTEM RESPIRASI
Sistem respirasi adalah sistem organ yang digunakan untuk pertukaran gas. Sistem Pernapasan umunya termasuk saluran yang digunakan untuk membawa udara ke dalam paru-paru dimana terjadi pertukaran gas.
Hal ini sesuai dengan pendapat Syaifuddin (2012:381) yang menjekaskan:  “Sistem Respirasi adalah suatu peristiwa ketika tubuh kekurangan oksigen (O2) dan O2 yang berada di luar tubuh di hirup melalui organ pernapasan pada keadaan  tertentu tubuh kelebihan karbon dioksida  (CO2), maka tubuh berusaha untuk mengeluarkan kelebihan tersebut dengan menghembuskan napas (eskpirasi) sehingga terjadi suatu keseimbangan anatara O2 dan CO2 di dalam tubuh.”

1. Hidung ( cavum nasalis)
Hidung (nasal) merupakan organ tubuh yang berfungsi sebagai alat pernapsan (respirasi) dan indra penciuman (pembau). Dalam keadaan normal, udara masuk dalam sistem pernapasan,
melalui rongga hidung. Vestibulum rongga hidung berisi serabut-serabut halus. Epitel
vestibulum berisi rambut- rambut halus yang mencegah masuknya benda-benda asing yang mengganggu proses pernapasan.
 Fungsi hidung dalam proses pernapasan :
1.      udara di hangatkan, oleh permukaan konka dan septum nasalis setelah melewati faring, suhu   lebih kurang 36oC.
2.      udara di lembabkan.sejumlah besar udara yang melewati hidung bila mencapai faring kelembapannya lebih kurang 75%.
3.      Kotoran di saring oleh bulu-bulu hidung.
4.      Penciuman. Dalam menghirup udara dengan keras, 20% udara pernapasan melalui celah olfaktori.



2. Faring
            Faring (tekak) adalah suatu saluran otot selaput kedudukannya tegak lurus antara basis krani dan vetebrata servikalis VI. Faring berfungsi untuk meneruskan udara yang masuk menuju pangkal tenggorokan.
Daerah Faring terbagi atas 3 bagian:
1.      Nasofaring
2.      Orofaring
3.      laringofaring
Fungsi faring:
            Lipatan-lipatan vocal suara mempunyai elastisitas yang tinggi dan dapat memproduksi suara yang dihasilkan oleh pita suara. Lipatan-lipatan vocal memproduksi suara melalui udara, glottis, serta lipatan produksi gelombang suara. Factor yang menentukan frekuensi puncak bunyi dan produksi bergantung pada panjang dan ketegangan regangan yang membangkitkan frekuensi dan getaran yang di produksi. Ketegangan dari pita suara dikontrol oleh otot kerangka di bawah control korteks.
3. Laring
            Laring  atau pangkal tenggorokan merupakan jalinan tulang rawan yang dilengkapi dengan otot, membran, jaringan ikat, dan ligamentum. Sebelah atas pintu masuk Laring membentuk tepi epiglottis, lipatan dari epiglotis arytenoid Dan pita interaritenoid dan sebelah bawah tepi bawah kartilago krikoid. Tepi tulang dari pita suara asli kiri dan kanan membatasi daerah epiglotis. Bagian atas disebut supraglotis dan bagian bawah disebut subglotis. Laring berfungsi sebagai tempat melekatnya selaput atau pita suara.
Fungsi laring :
            Vokalisasi adalah berbicara melibatkan sistem respirasi yang meliputi pusat khusus pengaturan bicara dalam korteks serebri, pusat respirasi di dalam batang otak, dan artikulasi serta struktur dari mulut dan rongga hidung.

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgMoGIOHOJgIPTBUyTFJplXTcEHUCWBpZRZXtFNklDJ9Q2KMFZz38EOfFcM8iygLAgXFiiBWvyTxaQP8-rUhnCNSkyCzRl_zaEKh7Mn67A7-yTCiQr7GFk8r8DaAwMWZ4XL8wtjOJ-Ntjw/?imgmax=800
4.Batang Tenggorokan (Trakea)
Batang tenggorokan tersusun dari cincin-cincin tulang rawan dan terletak di depan
kerongkongan. Batang tenggorokan memanjang dari leher ke rongga dada atas. Di dalam rongga dada, batang tenggorokan ini bercabang dua. Setiap cabangnya masuk menuju paru-paru kanan dan paru-paru kiri. Fungsi trakea yaitu menyaring udara yang di hirup dan juga bercabang ke bronkus.

5.Cabang Batang Tenggorokan (Bronkus)
Cabang batang tenggorokan (bronkus) merupakan cabang dari trakea. Bronkus terbagi menjadi dua, yaitu yang menuju paru-paru kanan dan menuju paru-paru kiri. Bronkus bercabang lagi menuju bronkiolus. Masing-masing cabang tersebut berakhir pada gelembung paru-paru atau alveolus. Alveolus merupakan tempat terjadinya difusi oksigen ke dalam darah. Oleh karena itu, dinding alveolus mengandung banyak kapiler darah.
Bronkus berfungsi untuk membawa udara menuju paru-paru kiri dan kanan. Percabanagn bronkus di dalam paru-paru disebut bronkiolus.
6. Paru-paru
Pulmo atau paru-paru terletak di dalam rongga dada. Antara rongga dada dan rongga perut terdapat suatu pembatas yang disebut diafragma. Pembatas ini bukan sekedar pembatas, tetapi berperan juga dalam proses pernapasan. Paru-paru terbagi menjadi paru-paru kanan dan paruparu kiri.  Fungsi par-paru menerima oksigen dan mengusir karbon dioksida.
Paru-paru pada dasarnya merupakan cabang-cabang suatu saluran yang ujungnya bergelembung. Gelembung-gelembung tersebut disebut alveoli (tunggal: alveolus). Dalam alveoli inilah sesungguhnya terjadi pertukaran gas-gas. Paru-paru kanan terdiri atas tiga belahan sedangkan paru-paru kiri hanya dua belahan. Paru-paru kanan lebih besar dibandingkan yang kiri.
 https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhHo6JzgIccG5yGrx0nO9FN5pqBqiG5bM2UZlrDXzkmMNLyanjUtf8bc1wOjpoIPsBwTbykPUNy6YKZcjJk70sXGX9dQ-Q4y1Uei7YD3wZhzFWBT96HPadSenh3LyhuChIyfmTtxGmxwxk/?imgmax=800
Proses Pernapasan [Sistem Respirasi pada manuisa]
Saat bernapas, udara dihirup melalui hidung. Udara yang dihirup mengandung oksigen dan juga gas-gas lain. Dari hidung, udara terus masuk ke tenggorokan, kemudian ke dalam paru-paru. Akhirnya, udara akan mengalir sampai ke alveoli yang merupakan ujung dari saluran. Oksigen yang terkandung dalam alveolus bertukar dengan karbon dioksida yang terkandung dalam darah yang ada di pembuluh darah alveolus melalui proses difusi.
Dalam darah, oksigen diikat oleh hemoglobin. Selanjutnya darah yang telah mengandung oksigen mengalir ke seluruh tubuh. Oksigen diperlukan untuk proses respirasi sel-sel tubuh. Gas karbon dioksida yang dihasilkan selama proses respirasi sel tubuh akan ditukar dengan oksigen. Selanjutnya, darah mengangkut karbon dioksida untuk dikembalikan ke alveolus paru-paru dan akan dikeluarkan ke udara melalui hidung saat mengeluarkan napas.
1. Jenis-jenis Pernapasan
  • Pernapasan Dada
Pernapasan dada terjadi karena otot antartulang rusuk berkontraksi sehingga rusuk terangkat dan akibatnya volume rongga dada membesar. Membesarnya rongga dada ini membuat tekanan dalam rongga dada mengecil dan paru-paru mengembang. Pada saat paru-paru mengembang, tekanan udara di luar lebih besar daripada di dalam paruparu, akibatnya udara masuk.
Pernapasan Dada
Sebaliknya, saat otot antartulang rusuk berelaksasi, tulang rusuk turun. Akibatnya, volume rongga dada mengecil sehingga tekanan di dalamnya pun naik. Pada keadaan ini paru-paru mengempis sehingga udara keluar.
http://genggaminternet.com/wp-content/uploads/2015/06/Mekanisme-Pernafasan-perut-dan-dada.jpg
  • Pernapasan Perut
Pernapasan ini terjadi karena gerakan diafragma. Jika otot diafragma berkontraksi, rongga dada akan membesar dan paru-paru mengembang. Akibatnya, udara akan masuk ke dalam paru-paru.
Pernapasan Perut
Saat otot diafragma relaksasi, diafragma kembali ke keadaan semula. Saat itu, rongga dada akan menyempit, mendorong paru-paru sehingga mengempis. Selanjutnya, udara dari paru-paru akan keluar.
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiUy3Kas_99ppFnZI6Pux8jpZlJ5TE_RiHZT6bEiLd-FJMrwMRBkiFlE00_5lUtTQipKtkGeD9UraO85VRgYQQRGjY3hN3q_okNOpqLpF94WoONL6r27HonSASYgeLihCupYz_-d7gwZbE/s640/perbedaan+pernafasan+dada+dan+perut.jpg

2. Kapasitas Paru-paru
Udara yang masuk dan keluar saat berlangsungnya proses pernapasan biasa dinamakan udara pernapasan atau volume udara tidal. Volume udara tidal orang dewasa pada pernapasan biasa kira-kira 500 mL. Jika kamu menarik napas dalam-dalam maka volume udara yang dapat kita tarik mencapai 1500 mL. Udara ini dinamakan udara komplementer. Jika kamu mengembuskannapas sekuat-kuatnya, volume udara yang dapat diembuskan juga sekitar 1500 mL. Udara ini dinamakan udara suplementer.
Meskipun telah mengeluarkan napas sekuatkuatnya, tetapi masih ada sisa udara dalam paru-paru yang volumenya kira-kira 1500 mL. Udara sisa ini dinamakan udara residu. Sekarang, kamu dapat menghitung kapasitas vital paru-paru. Kapasitas vital paru-paru adalah jumlah dari volume udara tidal, volume udara komplementer, dan volume udara suplementer. Selain itu, kamu juga dapat menghitung kapasitas total paru-paru yang merupakan jumlah dari kapasitas vital paru-paru dan udara residu.




Tidak ada komentar:

Posting Komentar