SISTEM RESPIRASI
Sistem respirasi adalah sistem organ yang
digunakan untuk pertukaran gas. Sistem Pernapasan umunya termasuk saluran yang
digunakan untuk membawa udara ke dalam paru-paru dimana terjadi pertukaran gas.
Hal ini sesuai dengan pendapat Syaifuddin
(2012:381) yang menjekaskan: “Sistem
Respirasi adalah suatu peristiwa ketika tubuh kekurangan oksigen (O2)
dan O2 yang berada di luar tubuh di hirup melalui organ pernapasan
pada keadaan tertentu tubuh kelebihan
karbon dioksida (CO2), maka
tubuh berusaha untuk mengeluarkan kelebihan tersebut dengan menghembuskan napas
(eskpirasi) sehingga terjadi suatu keseimbangan anatara O2 dan CO2
di dalam tubuh.”
1. Hidung ( cavum nasalis)
Hidung (nasal) merupakan organ tubuh yang
berfungsi sebagai alat pernapsan (respirasi) dan indra penciuman (pembau).
Dalam keadaan normal, udara masuk dalam sistem pernapasan,
melalui rongga
hidung. Vestibulum rongga hidung berisi serabut-serabut halus. Epitel
vestibulum
berisi rambut- rambut halus yang mencegah masuknya benda-benda asing yang
mengganggu proses pernapasan.
Fungsi hidung dalam proses pernapasan :
1.
udara di hangatkan, oleh permukaan konka dan
septum nasalis setelah melewati faring, suhu
lebih kurang 36oC.
2.
udara di lembabkan.sejumlah besar udara yang
melewati hidung bila mencapai faring kelembapannya lebih kurang 75%.
3.
Kotoran di saring oleh bulu-bulu hidung.
4.
Penciuman. Dalam menghirup udara dengan keras,
20% udara pernapasan melalui celah olfaktori.
2. Faring
Faring (tekak) adalah suatu saluran otot
selaput kedudukannya tegak lurus antara basis krani dan vetebrata servikalis
VI. Faring berfungsi untuk meneruskan udara yang masuk menuju pangkal
tenggorokan.
Daerah Faring terbagi atas 3 bagian:
1.
Nasofaring
2.
Orofaring
3.
laringofaring
Fungsi faring:
Lipatan-lipatan
vocal suara mempunyai elastisitas yang tinggi dan dapat memproduksi suara yang
dihasilkan oleh pita suara. Lipatan-lipatan vocal memproduksi suara melalui
udara, glottis, serta lipatan produksi gelombang suara. Factor yang menentukan
frekuensi puncak bunyi dan produksi bergantung pada panjang dan ketegangan
regangan yang membangkitkan frekuensi dan getaran yang di produksi. Ketegangan
dari pita suara dikontrol oleh otot kerangka di bawah control korteks.
3. Laring
Laring
atau pangkal tenggorokan merupakan jalinan
tulang rawan yang dilengkapi dengan otot, membran, jaringan ikat, dan
ligamentum. Sebelah atas pintu masuk Laring membentuk tepi epiglottis, lipatan
dari epiglotis arytenoid Dan pita interaritenoid dan sebelah bawah tepi bawah
kartilago krikoid. Tepi tulang dari pita suara asli kiri dan kanan membatasi
daerah epiglotis. Bagian atas disebut supraglotis dan bagian bawah disebut
subglotis. Laring berfungsi sebagai tempat melekatnya selaput atau pita suara.
Fungsi laring :
Vokalisasi
adalah berbicara melibatkan sistem respirasi yang meliputi pusat khusus
pengaturan bicara dalam korteks serebri, pusat respirasi di dalam batang otak,
dan artikulasi serta struktur dari mulut dan rongga hidung.
4.Batang Tenggorokan (Trakea)
Batang tenggorokan tersusun dari cincin-cincin
tulang rawan dan terletak di depan
kerongkongan.
Batang tenggorokan memanjang dari leher ke rongga dada atas. Di dalam rongga
dada, batang tenggorokan ini bercabang dua. Setiap cabangnya masuk menuju
paru-paru kanan dan paru-paru kiri. Fungsi trakea yaitu menyaring udara yang di
hirup dan juga bercabang ke bronkus.
5.Cabang Batang Tenggorokan (Bronkus)
Cabang batang tenggorokan (bronkus) merupakan
cabang dari trakea. Bronkus terbagi menjadi dua, yaitu yang menuju paru-paru
kanan dan menuju paru-paru kiri. Bronkus bercabang lagi menuju bronkiolus.
Masing-masing cabang tersebut berakhir pada gelembung paru-paru atau alveolus.
Alveolus merupakan tempat terjadinya difusi oksigen ke dalam darah. Oleh karena
itu, dinding alveolus mengandung banyak kapiler darah.
Bronkus berfungsi untuk membawa udara menuju
paru-paru kiri dan kanan. Percabanagn bronkus di dalam paru-paru disebut
bronkiolus.
6. Paru-paru
Pulmo atau paru-paru terletak di dalam rongga
dada. Antara rongga dada dan rongga perut terdapat suatu pembatas yang disebut
diafragma. Pembatas ini bukan sekedar pembatas, tetapi berperan juga dalam
proses pernapasan. Paru-paru terbagi menjadi paru-paru kanan dan paruparu kiri. Fungsi par-paru menerima oksigen dan mengusir
karbon dioksida.
Paru-paru pada dasarnya merupakan cabang-cabang
suatu saluran yang ujungnya bergelembung. Gelembung-gelembung tersebut disebut
alveoli (tunggal: alveolus). Dalam alveoli inilah sesungguhnya terjadi
pertukaran gas-gas. Paru-paru kanan terdiri atas tiga belahan sedangkan
paru-paru kiri hanya dua belahan. Paru-paru kanan lebih besar dibandingkan yang
kiri.
Proses Pernapasan
[Sistem Respirasi pada manuisa]
Saat bernapas, udara dihirup melalui
hidung. Udara yang dihirup mengandung oksigen dan juga gas-gas lain. Dari
hidung, udara terus masuk ke tenggorokan, kemudian ke dalam paru-paru.
Akhirnya, udara akan mengalir sampai ke alveoli yang merupakan ujung dari
saluran. Oksigen yang terkandung dalam alveolus bertukar dengan karbon dioksida
yang terkandung dalam darah yang ada di pembuluh darah alveolus melalui proses
difusi.
Dalam
darah, oksigen diikat oleh hemoglobin. Selanjutnya darah yang telah mengandung
oksigen mengalir ke seluruh tubuh. Oksigen diperlukan untuk proses respirasi sel-sel
tubuh. Gas karbon dioksida yang dihasilkan selama proses respirasi sel tubuh
akan ditukar dengan oksigen. Selanjutnya, darah mengangkut karbon dioksida
untuk dikembalikan ke alveolus paru-paru dan akan dikeluarkan ke udara melalui
hidung saat mengeluarkan napas.
1. Jenis-jenis Pernapasan
- Pernapasan Dada
Pernapasan
dada terjadi karena otot antartulang rusuk berkontraksi sehingga rusuk
terangkat dan akibatnya volume rongga dada membesar. Membesarnya rongga dada
ini membuat tekanan dalam rongga dada mengecil dan paru-paru mengembang. Pada
saat paru-paru mengembang, tekanan udara di luar lebih besar daripada di dalam
paruparu, akibatnya udara masuk.
Pernapasan Dada
Sebaliknya,
saat otot antartulang rusuk berelaksasi, tulang rusuk turun. Akibatnya, volume
rongga dada mengecil sehingga tekanan di dalamnya pun naik. Pada keadaan ini
paru-paru mengempis sehingga udara keluar.
- Pernapasan Perut
Pernapasan
ini terjadi karena gerakan diafragma. Jika otot diafragma berkontraksi, rongga
dada akan membesar dan paru-paru mengembang. Akibatnya, udara akan masuk ke
dalam paru-paru.
Pernapasan Perut
Saat otot diafragma relaksasi,
diafragma kembali ke keadaan semula. Saat itu, rongga dada akan menyempit,
mendorong paru-paru sehingga mengempis. Selanjutnya, udara dari paru-paru akan
keluar.
2. Kapasitas
Paru-paru
Udara
yang masuk dan keluar saat berlangsungnya proses pernapasan biasa dinamakan
udara pernapasan atau volume udara tidal. Volume udara tidal orang dewasa pada
pernapasan biasa kira-kira 500 mL. Jika kamu menarik napas dalam-dalam maka
volume udara yang dapat kita tarik mencapai 1500 mL. Udara ini dinamakan udara
komplementer. Jika kamu mengembuskannapas sekuat-kuatnya, volume udara yang
dapat diembuskan juga sekitar 1500 mL. Udara ini dinamakan udara suplementer.
Meskipun
telah mengeluarkan napas sekuatkuatnya, tetapi masih ada sisa udara dalam
paru-paru yang volumenya kira-kira 1500 mL. Udara sisa ini dinamakan udara
residu. Sekarang, kamu dapat menghitung kapasitas vital paru-paru. Kapasitas
vital paru-paru adalah jumlah dari volume udara tidal, volume udara
komplementer, dan volume udara suplementer. Selain itu, kamu juga dapat
menghitung kapasitas total paru-paru yang merupakan jumlah dari kapasitas vital
paru-paru dan udara residu.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar