Rabu, 28 Desember 2016

NASIB MAKANAN



BAB II
PEMBAHASANA


2.1 Pengertian Metabolisme

Metabolisme adalah suatu proses kimiawi yang terjadi di dalam tubuh semua makhluk hidup, proses ini merupakan pertukaran zat ataupun suatu organism dengan lingkungannya. Metabolisme berasal dari bahasa Yunani, yaitu “metabole” yang berarti perubahan, dapat kita katakana bahwa makhluk hidup mendapat, mengolah dan mengubah suatu zat melalui proses kimiawi untuk mempertahankan hidupnya.



2.2 Proses Metabolisme

1.Metabolism karbohidrat


Metabolisme merupakan proses yang berlangsung dalam organisme,baik
secara mekanis maupun kimiawi.Metabolisme itu sendiri terdiri dari 2 proses
yaitu anabolisme(pembentukan molekul) dan Katabolisme(Penguraian
molekul).Pada proses pencernaan makanan,karbohidrat mengalami proses
hidrolisis(penguraian dengan menggunakan molekul air).Proses pencernaan
karbohidrat terjadi dengan menguraikan polisakarida menjadi monosakarida.

Ketika makanan dikunyah,makanan akan bercampur dengan air liur yang mengandung enzim ptialin (suatu α amilase yang disekresikan oleh kelenjar parotis di dalam mulut).Enzim ini menghidrolisis pati(salah satu polisakarida) menjadi maltosa dan gugus glukosa kecil yang terdiri dari tiga sampai sembilan molekul glukosa.makanan berada di mulut hanya dalam waktu yang singkat dan mungkin tidak lebih dari 3-5% dari pati yang telah dihidrolisis pada saat makanan ditelan.

Sekalipun makanan tidak berada cukup lama dalam mulut untuk dipecah oleh ptialin menjadi maltosa,tetapi kerja ptialin dapat berlangsung terus menerus selama satu jam setalah makanan memasuki lambung,yaitu sampai isi lambung bercampur dengan zat yang disekresikan oleh lambung.Selanjutnya aktivitas ptialin dari air liur dihambat oelh zat asam yang disekresikan oleh lambung.Hal ini dikarenakan ptialin merupakan enzim amilase yang tidak aktif saat PH medium turun di bawah 4,0.
Setelah makan dikosongkan dari lambung dan masuk ke duodenum (usus dua belas jari),makanan kemudian bercampur dengan getah pankreas.Pati yang belum di pecah akan dicerna oleh amilase yang diperoleh dari sekresi pankreas.Sekresi pankreas ini mengandung α amilase yang fungsinya sama dengan α-amilase pada air liur,yaitu memcah pati menjadi maltosa dan polimer glukosa kecil lainnya.Namun,pati pada umumnya hampir sepenuhnya di ubah menjadi maltosa dan polimer glukosa kecil lainnya sebelum melewati lambung.
Hasil akhir dari proses pencernaan adalah glukosa,fruktosa,glaktosa,manosa dan monosakarida lainnya.Senyawa-senyawa tersebut kemudian diabsorpsi melalui dinding usus dan dibawa ke hati oleh darah.
  • Glukosa sebagai salah satu hasil dari pemecahan pati akan mengalami dau proses di dalam hati,yaitu:
-          Pertama,Glukosa akan beredar bersama aliran darah untuk memenuhi kebutuhan energi sel-sel tubuh
-          Kedua,jika di dalam hati terdapat kelebihan glukosa (gula darah),glukosa akan di ubah menjadi glikogen(gula otot) dengan bantuan hormon insulin dan secara otomatis akan menjaga keseimbangan gula darah.Glikogen di simpan di dalam hati,jika sewaktu-waktu dibutuhkan,glikogen di ubah kembali menjadi glukosa dengan bantuan hormon adrenaline.

2. Metabolisme protein

Protein dalam makanan hampir sebagian besar berasal dari daging dan sayur-sayuran.Protein dicerna di lambung oleh enzim pepsin,yang aktif pada pH 2-3 (suasana asam).
Pepsin mampu mencerna semua jenis protein yang berada dalam makanan.Salah satu hal terpenting dari penceranaan yang dilakukan pepsin adalah kemampuannya untuk mencerna kolagen.Kolagen merupakan bahan daasar utama jaringan ikat pada kulit dan tulang rawan.
Pepsin memulai proses pencernaan Protein.Proses pencernaan yang dilakukan pepsin meliputi 10-30% dari pencernaan protein total.Pemecahan protein ini merupakan proses hidrolisis yang terjadi pada rantai polipeptida.

Sebagian besar proses pencernaan protein terjadi di usus.Ketika protein meninggalkan lambung,biasanya protein dalam bentuk proteosa,pepton,dan polipeptida besar.Setelah memasuki usus,produk-produk yang telah di pecah sebagian besar akan bercampur dengan enzim pankreas di bawah pengaruh enzim proteolitik,seperti tripsin,kimotripsin,dan peptidase.Baik tripsin maupun kimotripsin memecah molekul protein menjadi polipeptida kecil.Peptidase kemudian akan melepaskan asam-asam amino.

Asam amino yang terdapat dalam darah berasal dari tiga sumber,yaitu penyerapan melalui dinding usus,hasil penguraian protein dalam sel,dan hasil sintesis asam amino dalam sel.asam amino yang disintesis dalam sel maupun yang dihasilkan dari proses penguraian protein dalam hati dibawa oleh darah untuk digunakan di dalam jaringan.dala hal ini hati berfungsi sebagai pengatur konsentrasi asam amino dalam darah.

Kelebihan protein tidak disimpan dalam tubuh,melainkan akan dirombak di dalam hati menjadi senyawa yang mengandung unsur N,seperti NH3 (amonia) dan NH4OH (amonium hidroksida),serta senyawa yyang tidak mengandung unsur N.Senyawa yang mengandung unsur N akan disintesis menjadi urea.Pembentukan urea berlangsung di dalam hati karena hanya sel-sel hati yang dapat menghasilkan enzim arginase.Urea yang dihasilkan tidak dibutuhkan oleh tubuh,sehingga diangkut bersama zat-zat lainnya menuju ginjal laul dikeluarkan melalui urin.sebaliknya,senyawa yang tidak mengandung unsur N akan disintesis kembali mejadi bahan baku karbohidrat dan lemak,sehingga dapat di oksidasi di dalam tubuh untuk menghasilkan energi.

      Akibat kekurangan protein.
 Kekurangan protein banyak terdapat pada masyarakat sosial ekonomi rendah. Kekurangan protein murni pada stadium berat menyebabkan Kwasiorkor pada anak-anak dibawah lima tahun (balita). Kekurangan protein juga sering ditemukan secara bersamaan dengan kekurangan energi yang menyebabkan kondisi yang dinamakan Marasmus.



3. metabolisme lemak

Pencernaan lemak tidak terjadi di mulut dan lambung karena di tempat tersebut tidak terdapat enzim lipase yang dapat menghidrolisis atau memecah lemak.Pencernaan lemak terjadi di dalam usus,karena usus mengandung lipase.

Lemak keluar daari lambung masuk ke dalam usus sehingga merangsang hormone
kolesistokinin.Hormon kolesistokinin menyebabkan kantung empedu berkontraksi sehingga mengeluarkan cairan empedu ke dalam duodenum(usus dua belaas jari).Empedu mengandung garam empedu yang memegang peranan penting dalam mengemulsikan lemak.Emulsi Lemak merupakan pemecahan lemak yang berukuran besar menjadai butiran lemak yang berukuran
lebih kecil.ukuran lemak yang lebih kecil (trigliserida) yang teremulsi akan memudahkan hidrolisis lemak oleh lipase yang dihasilkan dari penkreas.Lipase pankreas akan menghidrolisis lemak teremulsi menjadi campuran asam lemak dan monoligserida (gliserida
tunggal).Pengeluaran cairan penkreas dirancang oleh hormon sekretin yang berperan dalam meningkatkan jumlah elektrolit (senyawa penghantar listrik) dan cairan pankreas,serta pankreoenzim yang berperan untuk merangsang pengeluaran enzim-enzim dalam cairan pankreas.

Absorpsi hasil pencernaan lemak sebagian besar (70%) terjadi di usus halus.Pada waktu asam lemak dan monogliserida di absorpsi melalui sel-sel mukosa pada dinding usus,keduanya di ubah kembali menjadi lemak (trigliserida dengan bentuk partikel-partikel kecil(jaringan lemak.Saar dibutuhkam,timbunan lemak tersenit akan diangkut menuju hati.

4. vitamin
  Vitamin Larut Lemak
-       Vitamin A
Vitamin A adalah vitamin larut lemak yang pertama ditemukan. Secara luas, vitamin A merupakan nama generik yang menyatakan semua retinoid dan prekursor/provitamin A karotenoid yang mempunyai aktivitas biologi sebagai retinol.
Sumber vitamin A adalah hati, kuning telur, dan mentega. Sumber lainnya yaitu sayuran berwarna hijau tua dan buah-buahan yang berwana kuning-jingga, seperti daun singkong, daun kacang, kangkung, bayam, kacang panjang, buncis, wortel, tomat, jagung kuning, pepaya, mangga, nangka masak, dan jeruk. Gejala-gejala mata pada defisit vitamin A disebut xeroftalmia.

-       Vitamin D
Vitamin D mencegah dan menyembuhkan riketsia, yaitu penyakit di mana tulang tidak mampu melakukan klasifikasi. Vitamin D dapat dibentuk tubuh dengan bantuan sinar matahari. Bila tubuh mendapat cukup sinar matahari konsumsi vitamin D melalui makanan tidak dibutuhkan. Karena dapat disintesis di dalam tubuh, vitamin D dapat dikatakan bukan vitamin, tapi suatu prohormon. Bila tubuh tidak mendapat cukup sinar matahari, vitamin D perlu dipenuhi melalui makanan.
Bahan makanan yang kaya akan vitamin D ialah susu. Defisit vitamin D memberikan penyakit rakhitis (rickets) atau disebut pula penyakit Inggris karena mula-mula banyak terdapat dan dipelajari di negara Inggris.
-       Vitamin E
Berbagai biji-bijian merupakan sumber kaya vitamin E. Khususnya biji yang sudah berkecambah dikenal mengandung vitamin E dalam konsentrasi tinggi. Kekurangan vitamin E pada manusia menyebabkan hemolisis eritrosit, yang dapat diperbaiki dengan pemberian tambahan vitamin E.

-       Vitamin K
Sumber utama vitamin K adalah hati, sayuran daun berwarna hijau, kacang buncis, kacang polong, kol dan brokoli. Semakin hijau daun-daunan semakin tinggi kandungan vitamin K-nya. Bahan makanan lain yang mengandung vitamin K dalam jumlah lebih kecil adalah susu, daging, telur, serealia, buah-buahan, dan sayuran lain. Kekurangan vitamin K menyebabkan darah tidak dapat menggumpal, sehingga bila ada luka atau pada operasi terjadi pendarahan.

b.    Vitamin Larut Air
-       Vitamin C
Pada umumnya hanya terdapat di dalam pangan nabati, yaitu sayur dan buah terutama yang asam, seperti jeruk, nenas, rambutan, pepaya, gandaria, dan tomat, vitamin C juga banyak terdapat di dalam sayuran daun-daunan dan jenis kol. Defisit vitamin C memberi gejala-gejala penyakit skorbut. Kerusakan terutama terjadi pada jaringan rongga mulut, pembuluh darah kapiler dan jaringan tulang.




-       Vitamin B
Sumber utama vitamin B adalah beras dan serealia. Defisit vitamin B menyebabkan penyakit beri-beri.

2.3 Perjalanan Yang Ditempuh Oleh Makanan Yang Kita Makan Di Dalam Tubuh


Kita memperoleh energi yang kita butuhkan untuk kerja tubuh dari berbagai makanan dan minuman. Akan tetapi, setiap makanan yang kita makan, misalnya nasi, daging, atau pisang, perlu dicerna dulu agar siap digunakan oleh tubuh. Makanan-makanan ini digunakan oleh sel-sel tubuh setelah dicerna. Gula yang terkandung di dalam pisang atau dalam apel memberikan bahan bakar untuk sel-sel kalian dan meningkatkan energi kalian. Protein yang terkandung di dalam daging sangat penting untuk pertumbuhan sel kalian, dan tentu juga untuk tubuh kalian. Sekarang mari kita kenang kembali masa ketika kalian masih bayi
Sistem kerja pencernaan mirip dengan sistem kerja penyulingan minyak. Minyak mentah yang tiba di penyulingan adalah bahan baku yang diproses lagi oleh mesin dan disuling sehingga bisa digunakan. Makanan yang kita makan adalah bahan baku pada tahap pertama dan kemudian diproses di dalam lambung sehingga bisa digunakan oleh tubuh. Setelah dilumatkan di dalam lambung dan usus, makanan siap untuk digunakan sebagai sari makanan untuk sel-sel dan diantarkan pada bagian-bagian yang membutuhkan dalam tubuh melalui pembuluh darah.
Satu zat asal diproses dalam penyulingan minyak bumi, lalu berbagai produk, misalnya bensin, yang merupakan bahan bakar mobil, atau karet yang digunakan sebagai sol sepatu, berasal dari zat ini. Demikian pula halnya dengan zat-zat dalam makanan yang dihancurkan menjadi lemak, gula, dan karbohidrat di dalam lambung. Tapi ingat bahwa yang terjadi di dalam lambung setelah kalian memakan nasi goreng yang lezat jauh lebih rumit dibandingkan yang terjadi di dalam penyulingan minyak. Bahkan, kerja pencernaan yang akan segera kita bahas ini tidaklah terjadi di pabrik yang besar, melainkan dalam daerah yang sangat kecil di dalam tubuh kalian.
Panjang total saluran pencernaan yang dilalui makanan adalah 10 meter. Saluran ini 6-7 kali lebih panjang dari rata-rata tinggi manusia dan begitu mengagumkan bisa dimasukkan ke dalam tubuh kita. Bagaimana saluran sepanjang itu bisa ditempatkan di dalam tubuh manusia? Jawaban pertanyaan ini sekali lagi mengungkap adanya rancangan khusus dalam penciptaaan tubuh kita.
Karena saluran pencernaan, seperti yang bisa kalian lihat dalam gambar di halaman kiri, berbentuk lipatan/gulungan, saluran itu pun pas masuk ke daerah yang sangat kecil, meskipun panjang. Bentuk khusus ini adalah rancangan sempurna dari Tuhan kita, Yang telah menciptakan segalanya. Bentuk sistem pencernaan ini hanyalah satu dari sekian banyak keajaiban yang Allah ciptakan dalam tubuh kita.

2.4 Mesin Pencerna Mulai Bekerja

Pencernaan makanan dimulai dalam mulut. Karbohidrat dalam makanan yang kalian makan pertama-tama dilumatkan menjadi partikel-partikel yang lebih kecil oleh air liur di dalam mulut kalian. Contohnya, mula-mula roti yang dimakan saat sarapan mulai dilumatkan di dalam mulut. Namun akan diperlukan waktu yang lebih lama untuk keju yang dimakan bersama roti agar bisa dilumatkan.

Makanan yang dilumatkan di dalam mulut melalui kerongkongan dan mencapai lambung. Di dalam lambung terdapat bentuk keseimbangan menakjubkan yang lain. Pencernaan makanan dalam lambung dilakukan oleh cairan yang sangat kuat. Cairan ini adalah asam hidroklorat. Seperti kalian ketahui, asam adalah zat yang membuat kulit terkelupas. Asam mampu melelehkan apa pun yang bersentuhan dengannya. Misalnya, untuk membersihkan lobang keran yang mampet ibu menggunakan cairan yang mengandung asam. Dengan membersihkan kotoran dan zat-zat sampah yang menghambat pipa, asam ini menghilangkan kemampetan. Berkat asam kuat yang ada dalam lambung, makanan yang berbentuk serpihan besar ketika memasuki lambung, dipecah menjadi partikel-partikel yang lebih kecil yang bisa digunakan oleh tubuh. Namun ada satu hal lain yang perlu dicatat.

Perlindungan tersebut bisa disimpulkan sebagai berikut. Cairan lain, yaitu “mukus” dikeluarkan selama pencernaan untuk mencegah asam hidroklorat melumatkan lambung. Lapisan mukus khusus ini menutupi permukaan dalam lambung dan melindungi lambung dari kerusakan karena asam kuat ini. Hasilnya, lambung tidak mencerna dirinya sendiri.
Tempat berikutnya dalam perjalanan pencernaan adalah usus. Makanan dilumatkan menjadi pertikel-pertikel yang lebih kecil lagi dan menjadi siap digunakan oleh tubuh setelah melalui dua usus, yaitu usus halus dan usus besar. Makanan yang bermanfaat disalurkan ke dalam aliran darah sedang sisa-sisa yang tidak diperlukan dikeluarkan dari tubuh oleh sistem pembuangan. Tahap makanan yang dimakan melalui usus juga sangat penting. Pencernaan berlanjut di dalam usus seperti halnya di dalam lambung. Makanan dilumatkan menjadi bagian yang lebih kecil lagi. Makanan itu sekarang begitu kecil sehingga bisa diserap oleh pembuluh darah di sekitar usus dan dimasukkan ke dalam aliran darah untuk dibawa ke setiap bagian tubuh.
Kita harus tahu bahwa sistem pencernaan direncanakan dengan lengkap dan sempurna. Selama perjalanan ini, yang dimulai di mulut, diteruskan kerongkongan, lambung, dan usus, makanan yang kita makan melalui beberapa tahap. Dan akhirnya makanan yang diperlukan oleh sel tubuh kita pun diperoleh. Makanan ini diserap dalam usus dan diantarkan ke tubuh melalui aliran darah. Pencernaan makanan akan sangat sulit jika mekanisme ini tidak bekerja dengan begitu sempurna.
Salah satu fungsi dari perut selain pencernaan penyimpanan: Makanan yang mencapai perut disimpan di sini untuk suatu periode. Kemudian mereka sedikit demi sedikit diteruskan ke usus kecil untuk rincian lebih lanjut. Jika makanan yang Anda makan tidak disimpan dalam perut Anda, Anda harus makan setiap 20 menit karena perut Anda akan selalu kosong dan Anda akan merasa lapar sepanjang waktu.

Sistem Disgestiva



 SISTEM DIGESTIVA

            Sistem pencernaan pada manusia merupakan serangkaian proses untuk mengubah makanan dengan memecah molekul makanan yang kompleks menjadi sederhana dengan bantuan enzim dan menyerap sari makanan yang dibutuhkan oleh tubuh manusia. Syaifuddin (2012:504) mendefinisikan “Sistem organ pencernaan adalah sistem organ yang menerima makanan, mencerna untuk dijadikan energy dan nutrient, serta mengeluarkan sisa proses tersebut”.

            Agar makanan dapat dicerna secara optimal dalam saluran pencernaan, saluran pecernaan harus memiliki persediaan air, elektrolit, dan makanan yang terus menerus, untuk ini di butuhkan:
1.      Pergerakan makanan melalui saluran pencernaan.
2.      Sekresi getah pencernaan.
3.      Absorpsi hasil pencernaan air dan elektrolit
4.      Sirkulasi darah melalui organ-organ gastrointensial yang membawa zat yan akan diabsorbsi
5.      Pengaturan semua fungsi oleh sistem saraf dan hormone.

Fungsi utama sistem pencernaan adalah menyediakan zat nutrient yang sudah di cerna secara berkeseimbangan, untuk di distribusikan kedalam sel melalui sirkulasi dengan unsur-unsur (air, elektrolit dan zat gizi).

Susunan saluran pencernaan:
1.      Mulut (oris)
2.      Tekak (faring)
3.      Kerongkongan (esophagus)
4.      Lambung (ventrikulus )
5.      Usus halus (intestinum minor )
6.      Usus besar ( intestinum mayor )
7.      Rectum dan anus

1.      MULUT
Mulut merupakan organ yang petama dari saluran pencernaan yang meluas dari bibir sampai ke itmus fausium yaitu perbatasan antara mulut dengan faring, terdiri dari:
·         Vestibulum oris : bagian di antara bibir dan pipi di luar, gusi dan gigi bagian dalam. 
·         Kavitas oris propia : bagian di antara arkus alveolaris, gusi, dan gigi, memiliki atap yang dibentuk oleh  palatum durum (palatum keras ) bagian depan, palatum mole (palatum lunak) bagian belakang.



2.      FARING
Faring (tekak) merupaka organ yang menghubungkan rongga mulut dengan kerongkongan panjangnya (kira-kira 12 cm), terbentang tegak lurus antara basis kranii setinggi vertebrae servikalis VI, ke bawah setinggi tulang rawan krikoidea.
 
Faring teridiri atas 3 bagian :

1)      Nasofaring
 bagian superior yang menghubungkan hidung dengan faring. Bagian samping terdapat muara aperture tuba auditorius yang menghubungkan basofaring dengan telinga tengah.
Bagian belakang atap dibentuk oleh lengkung tulang osis oksipitalis. 

2)      Orofaring  
Bagian media yang menghubungkan rongga mulut dengan faring. 

3)      Laringofaring
Bagian inferior yang menghubugkan laring dengan faring. Bagian palig bawah laring berhubungan dengan faring, terbentang antara hyoid sampai esophagus.

3.      ESOFAGUS
Esophagus (kerongkong) merupakan saluran pencernaan setelah mulut dan faring. Panjangnya kira-kira 25 cm. posisi vertical dimulai drai bagian tengah leher bawah faring sampai ujung bawah rongga dada di belakang trakea. Pada bagian dalam di belakang jantung menembus diafragma sampai rongga dada. Fundus lambung melewati persimpangan sebelah kiri diafragma. 

            Sekresi esophagus bersifat mukoid, berfungsi memberikan pelumas untuk pergerakan makanan melalui esophagus. Pada permulaan esophagus banyak terdapat kelenjar mukosa simpleks. Untuk mencegah erosi mukosa oleh makanan yang baru masuk, kelenjar komposita pada perbatasan esophagus dengan lambung melindungi dinding esophagus dari pencernaan getah lambung.

Lapisan dinding esophagus dari dalam keluar:
1. lapisan selaput lender (mukosa)
2. lapisan submukosa
3. lapisan otot melingkar ( M. sirkuler)
4. lapisan otot memanjang (M. longitudinal )

4.      LAMBUNG
Lambung ( ventrikulus ) merupakan sebuah kantong muskuler yang letaknya antara esophagus dan usus halus, sebelah kiri abdomen, di bawah diafragma bagian depan pancreas dan limpa. Lambung merupakan saluran yang dapat mengembang karena adanya gerakan peristaltic terutama di daerah epigaster.

Bagian-bagian dari lambung :
1.      fundus ventrikuli : bagian yang menonjol ke atas, terletak sebelah kiri osteum kardiak,  biasanya berisi gas. Pada batas esophagus terdapat katup sfingter kardiak.
2.      Korpus ventrikuli : merupakan segitiga osteum kardia yaitu suatu lekukan pada bagian bawah kurvatura, merupakan bagian utama dari lambung.
3.      Antrum pylorus: bagian lambung berbentuk tabung, mempunyai oto yang tebal membentuk sfingter pylorus, merupakan muara bagian distal, berlanjut ke duodenum
4.      Kurvatura minor : sebelah kanan lambung terbentang dari, osteum kardia sampai ke pirolus. Kurvatura minor dihunbungkan ke hepar oleh omentum minor, lipatan ganda dari peritoneum.
5.      Kurvatura mayor : terbentang pada sisi kiri ostium kardia melalui fundus ventrikuli menuju ke kanan sampai ke pirolus inverior, lebih panjang dari kurvatura minor, dihubungkan dengan kolon transversu oleh omentum mayor lipatan ganda dari pertonium.
6.      Ostiu kardia : merupakan tempat esophagus bagian abdomen masuk ke lambung. Pada bagian ini terdapat orifisium pirolus, tidak mempuyai sfingter khusus hanya berbentuk cincin membuka dan menutup. Dengan kontraksi dan relaksasi, osteum dapat tertutup oleh lipatan membrane mukosa dan serat otot pada dasar esophagus.



Funsi lambung :
1.      Fungsi penampungan makanan yang masuk melalui esophagus, menghancurkan makanan dan menghaluskan makanan dengan gerakan peristaltic lambung dan getah lambung.
a. mekanis : menyimpan, mencampur dengan secret lambung, dan mengeluarkan kimus  ke dalam usus. Pendorong makanan terjadi secara gerakan peristaltic setiap 20 detik.
b. kimiawi : bolus dalam lambung akan dicampur dengan asam lambung dan enzim-enzim bergantung jenis makanan enzim yang di hasilkan.
2.      Fungsi bakterisid : oleh asam lambung.
3.      Membantu proses pembentukan eritrosit : lambung mengasilkan zat faktor intrinsic bersama dengan factor ekstrinsik dari makanan, membentuk zat yang di sebut anti-anemik yang berguna untuk pertukaran eritrosit yang disimpan dalam hati.


5.      USUS HALUS
Usus halus ( intestinum minor ) merupakan bagian dari sistem pencernaan makanan yang berpangkal pada pylorus dan berakhir pada sekum. Pabjangnya kira-kira 6 meter, merupakan saluran pencernaan yang paling panjang dari tempat proses pencernaan dan absorpsi pencernaan.

            Bentuk dan susunannya berupa lipatan-lipatan melingkar. Makanan dalam intestinum minor dapat masuk karena adanya gerakan dan memberikan permukaan yang lebih halus. banyak jonjot-jonjott tempat absorpsi dan memperluas permukaannya. Pada ujumg dan pangkalnya terdapat katup.
Fungsi usus halus:
1)      Menyekresi cairan usus : untuk menyempurnakan pengolahan zat makanan di usus halus.
2)      Menerima cairan empedu dan pancreas melalui duktus kholedukus dan duktus pankreatikus.
3)      Mencerna makanan : getah usus dan pancreas mengandung enzim pengubah protein menjadi asam amino, karbohidrat menjadi glukosa, lemak menjadi asam lemak dan gliserol.
4)      Mengabsorpsi air garam dan vitamin, protein dalam bentuk asam amino, karbohidrat, dalam bentuk monoksida. Makan yang telah diserap tersebut akan dikumpulkan di dlam vena-vena halus kemudian berkumpul dalam vena yang besar bermuara ke dalam vena porta langsung dibawa ke hati.
5)      Menggerakkan andungan usus : sepanjang usus halus oleh kontraksi segmental pendek dan gelombang cepat yang menggerakkan kandungan usus sepanjang usus menjadi lebih cepat.


6.      USUS BESAR
Usus besar (intestinum mayor ) merupakan salauran pencernaan berupa usus berpenampang atau berdiameter besar dengan panjang kira-kira 1,5-1,7 meter dan penampang 5-5 cm. lanjutan dari usus halus yang tersusun seperti huruf U terbalik mengelilingi usus halus terbentang dari valvula iliosekalis sampai ke anus.
Fungsi usus besar :
1.      Menyerap air dan elektrolit, untuk kemudian sisa massa membentuk massa yang lembek yang disebut feses.
2.      Menyimpan bahan feses. Sampai saat defekasi, feses ini terdirisisa makanan, serat-serat selulosa, sel-sel epitel bakteri, bahan sisa sekresi (lambung, kelenjar intestine, hati, pancreas) magnesium fostat dan Fe.
3.      Tempat tinggal bakteri koli. Sebagian dari kolon berhubungan dengan penyimpanan.untuk kedua fungsi ini tidak diperlukan gerakan yang kuat cukup dengan pergerakan yang lemah.

7.      REKTUM DAN ANUS
Rektum merupakan lanjutan dari kolon sigmoid yang menghubungkan instetinum mayor dengan anus sepanjang 12 cm, dimulai dari pertengahan sacrum dan berakhir pada kanalis anus. Rectum terletak dalam rongga pelvis, di depan os sacrum dan os koksigis.


Fungsi rektum:

Sebagai bagian terakhir dari saluran pencernaan, rektum bertindak sebagai fasilitas penyimpanan sementara untuk bahan kotoran / limbah. Makanan yang kita makan mengalami proses pencernaan begitu kita mulai mengunyah dalam mulut kita maka diteruskan ke lambung, usus kecil dan usus akhirnya besar, sisa residu dari makanan yang tidak tercerna dengan bakteri dan jus dari sistem pencernaan masukkan rektum dalam bentuk feses. kotoran ini tetap di rektum sampai kita melanjutkan dengan buang air besar di mana melalui buang air besar mereka dipindahkan ke lubang anus dan kemudian di luar tubuh.